KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Asisten III Resmi Tutup IRMA Ramadhan Fair 2025, Ajak Penguatan Ekonomi Lokal dan Sinergi Syiar Islam

55
×

Asisten III Resmi Tutup IRMA Ramadhan Fair 2025, Ajak Penguatan Ekonomi Lokal dan Sinergi Syiar Islam

Share this article
Asisten III Kabupaten Kukar, Dafip Haryanto, menutup acara IRMA Ramadhan Fair 2025 yang menggabungkan syiar Islam dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui berbagai lomba dan kegiatan kreatif.

TENGGARONG,suarabalikpapan.com-Acara tahunan IRMA Ramadhan Fair Tahun 2025 resmi ditutup oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dafip Haryanto, pada Kamis malam (27/03/2025). Penutupan tersebut berlangsung di halaman Masjid Agung Sultan A.M. Sulaiman, Tenggarong, yang bukan hanya menjadi ajang perayaan bulan suci Ramadhan, tetapi juga sebuah kesempatan untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat kepedulian sosial masyarakat melalui syiar Islam.
Dalam sambutannya, Dafip Haryanto memberikan apresiasi terhadap peran besar Ikatan Remaja Masjid Agung (IRMA) yang telah berkontribusi signifikan tidak hanya dalam bidang dakwah dan syiar Islam, tetapi juga dalam mendorong perekonomian lokal.
“IRMA Ramadhan Fair 2025 telah menunjukkan dampak positif terhadap ekonomi daerah. Lorong Pasar Ramadhan yang digelar selama acara ini membuka banyak peluang bagi para pelaku usaha kreatif untuk mengenalkan dan memasarkan produk mereka,” ujar Dafip.
Kegiatan IRMA Ramadhan Fair 2025 tidak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga mendorong tumbuhnya sektor ekonomi kreatif, terutama yang berkaitan dengan kuliner dan produk lokal. Berbagai lomba yang diselenggarakan menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh masyarakat, dengan beragam kategori yang menarik perhatian, di antaranya: Lomba Bergerakan Sahur, Lomba Habsyi, Lomba Fashion Show Busana Muslim, Lomba Kreasi Odah Bejual, Lomba Mewarnai Anak-Anak, Lomba Ranking 1 Islami, Lomba Videografi, Lomba Promosi “LPR”, dan Lomba Anak Sholeh.
Dafip Haryanto menegaskan bahwa ajang lomba ini lebih dari sekedar kompetisi untuk meraih hadiah, melainkan sebuah wadah untuk menumbuhkan semangat kerja keras, kreativitas, dan dedikasi para peserta.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan menggali potensi diri, tentunya dengan berlandaskan nilai-nilai Islam,” lanjutnya.
Penyelenggaraan IRMA Ramadhan Fair 2025 membuktikan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya dapat mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi sarana untuk memajukan ekonomi lokal. Acara ini telah berhasil menggabungkan semangat religius dengan penguatan sektor ekonomi kreatif, menciptakan sebuah sinergi yang memperkaya pengalaman masyarakat dalam merayakan bulan suci Ramadhan.
Sebagai penutup, Dafip Haryanto berharap keberhasilan IRMA Ramadhan Fair 2025 akan menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih gemilang di masa depan. “Semoga acara ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas, dan tetap menjadi acara yang dinantikan setiap tahunnya,” tutupnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *