
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, Ir H Bagus Susetyo, MM melakukan Sosialisasi Perda (Sosper) Provinsi Kaltim Nomor 07 Tahun 2017 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, pada Minggu (28/8/2022).
Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Balikpapan ini didampingi narasumber Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan Risnoto dengan moderator Pujangga Assari.
Anggota DPRD Kaltim Bagus Susetyo dalam sambutanya menjelaskan, sosialisasi tentang pencegahan narkoba ini sangat penting sebab narkoba dapat merusak pola pikir manusia. “Tapi untuk menghindari kecanduan narkoba terutama anak-anak muda perlu dibentengi dengan pendidikan agama seperti solat lima waktu bagi yang muslim serta kegiatan keagamaan lainya,” ujar Bagus.
Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah komunikasi orang tua dengan anak. “Hati-hati jangan biarkan anak-anak yang terlihat suka berkurung di kamar. Ya orang tua harus ajak komunikasi jangan biarkan anak-anak kita berdiam di kamar sebab anak-anak muda ini masih labil dan suka coba-coba hal yang baru. Siapa tau anak itu sedang diam-diam di kamar sedang bertransaksi atau memakai narkoba sebab peredaran narkoba di negara kita sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Bagus.
Pada kesempatan tersebut Bagus juga mengingatkan kepada warga agar tetap mematuhi prokes sebab Balikpapan saat ini status PPKM level 2 Covid-19. “Jadi ibu-ibu dan bapak-bapak jangan lupa pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” pintanya.
Sementara itu, Kepala BNNK Balikpapan Risnoto mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan bahwa Indonesia Darurat Narkoba. “Indonesia termasuk salah satu negara yang darurat narkoba sebab tingginya tingkat prevalensi narkoba setiap tahunnya. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bagus selaku anggota DPRD Kaltim yang telah memberikan kesempatan kepada BNN untuk ikut melakukan sosialisasi tentang bahaya narkotika ini,” kata Risnoto.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia sangat rawan peredaran narkoba sebab mayoritas terdiri dari laut termasuk wilayah Kaltim dan Balikpapan khususnya. “Sekarang ini para bandar lebih banyak memilih wilayah laut sebagai tempat peredaran narkoba karena peredaran lewat udara (pesawat) mudah terdeteksi,” terangnya.
Ia mengatakan, narkoba ini telah menjadi bisnis karena harganya mahal hingga mencapai jutaan rupiah pergram. Sedangkan sasaran utama para pengedar narkoba ini adalah anak muda. Mereka sengaja merusak mental generasi muda sebagai penerus kepemimpinan bangsa. “Ya, targetnya anak muda, makanya sebagai orang tua harus ikut mengawasi anak-anaknya karena kalau sudah kecanduan narkoba agak sulit disembuhkan, hanya bisa direhabilitasi untuk dipulihkan,” katanya.
Risnoto menambahkan, peredaran narkoba di negeri ini semakin parah sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh masyarakat. “Dari beberapa pengedar yang berhasil ditangkap BNN dan aparat. Mereka mengaku Balikpapan akan dijadikan market atau pasar narkoba dengan sasaran anak-anak muda yang sering nongkrong di café-café,” akunya.
Sekarang ini, kata Risnoto, mayoritas tahanan Rutan dan Lapas di Balikpapan sekitar 60 persen kasus narkoba yang banyak melibatkan anak muda dan ibu rumah tangga. Ia juga mengingatkan saat ini bukan hanya narkoba jenis sabu, ganja, hingga ekstasi yang sangat berbahaya tetapi juga ngelem.
“Jadi jangan remehkan ngelem sebab sudah ada orang yang meninggal akibat ngelem. Menurut dokter ngelem dapat merusak pernafasan dan paru-paru sehingga orang meninggal dunia. Jadi marilah kita sama-sama saling mengawasi peredaran narkoba. Jangan takut melapor keaparat kalau ada indikasi orang melakukan peredaran narkoba. Karena narkoba ini bisa merusak mental generasi muda sehingga menjadi beleng-beleng,”pungkasnya.
Pada sesi tanya jawab anggota DPRD Kaltim Bagus Susetyo dan Kepala BNNK Balikpapan Risnoto menjawab tuntas seluruh pertanyaan dari peserta sosper.(sb-01)












