Kota Balikpapan

Balikpapan Ditetapkan PPKM Level 4, Rahmad : Aktivitas Masyarakat Bakal Diperlonggar

522
×

Balikpapan Ditetapkan PPKM Level 4, Rahmad : Aktivitas Masyarakat Bakal Diperlonggar

Share this article
Penyekatan sejumlah ruas jalan di Balikpapan bakal dikurangi setelah pemerintah menetapkan Kota Balikpapan PPKM level 4

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Pemerintah akhirnya mengganti penilaian krisis Covid-19 PPKM Mikro dan PPKM Darurat dengan PPKM  level 1 hingga 4. Di Kaltim sendiri ada 4 daerah ditetapkan PPKM level 4 yakni Balikpapan, Berau, Bontang dan Samarinda.

“Jadi kita di Kaltim ada 4 daerah diberlakukan PPKM darurat, atau sekarang diganti PPKM Level 4, yakni Samarinda, Balikpapan, Berau dan  Bontang,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim HM Jauhar Efendi usai mendampingi Gubernur Kaltim H Isran Noor mengikuti Rakor Evaluasi Penerapan PPKM di Indonesia secara virtual di Ruang Heart of Borneo, Lantai 2, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/7/2021).

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud yang dikonfirmasi media ini, di kantor balaikota, pada Senin (19/7/2021) membenarkan Balikpapan ditetapkan PPKM level 4 (lihat boks). “Sesuai arahan dari Bapak Presiden level covid PPKM Mikro dan PPKM Darurat diganti PPKM level 1 sampai 4 dan Balikpapan ditetapkan PPKM level 4,” kata Rahmad Mas’ud.

Menurutnya, dengan ditetapkan Balikpapan PPKM level 4 maka ada kemungkinan aktivitas masyarakat dan pedagang ada kelonggaran-kelonggaran. Seperti penambahan waktu berjualan bagi pedagang serta penyekatan ruas jalan akan dikurangi. “Jadi PPKM level 4 ada kelonggaran-kelonggaran tidak seperti PPKM Darurat. Ya nanti teknisnya besok (20 Juli) kita bahas dengan Forkompinda,” aku pria murah senyum ini.

Sekadar diketahui, dalam rakor yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo dari Istana Negara Jakarta secara virtual membahas Penanganan Covid-19 di negeri ini, dijelaskan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kaltim HM Jauhar Efendi, bahwa istilah PPKM mikro, PPKM Diperketat hingga PPKM Darurat diganti menjadi PPKM level 1 hingga level 4.

“Ya, usulan dari daerah. Ada masyarakat yang merasa ngeri dan menakutkan istilah darurat, sehingga pusat disetujui Bapak Presiden, ganti istilah atau sebutannya level,” kata Jauhar usai Rakor yang juga dihadiri Kepala BPBD Yudha Pranoto, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak dan Kasatpol PP Kaltim I Gede Yusa.

“Kebijakan ini harus kita sikapi dengan semakin meningkatkan kesadaran bahwa pandemi ini masih terjadi. Dan kuncinya, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, lebih ketat, itu saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebutkan Indonesia nomor 2 setelah Amerika Serikat tingkat kenaikan kasus Covid-19 di dunia. Dan sekarang beberapa negara lain juga mengalami kenaikan kasus. “Kembali saya ingatkan, walaupun sudah vaksin, jangan lepas masker. Protokol kesehatan tetap diterapkan, tetap dilaksanakan, disiplin, tetap disiplin, jangan anggap enteng,” kata Presiden.

Sekadar diketahui jumlah kasus Covid-19 di Balikpapan pada Sabtu 17 Juli 2021 cukup tinggi sebanyak 553 kasus, pasien sembuh 163 dan meninggal 14. Namun pada Senin 19 Juli 2021 mengalami penurunan drastis terkonfirmasi positif hanya 230, sembuh 153 dan meninggal 29 orang. (hms/sb-02)

Berikut 4 level penilaian krisis Covid-19 di sebuah daerah berdasarkan indikator WHO:

  • Level 1 (Artinya ada kurang dari 20 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut)
  • Level 2 (Artinya ada 20 sampai 50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 sampai 10 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 sampai 2 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut)
  • Level 3 (Artinya ada 50 sampai 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10 sampai 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2 sampai 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut)
  • Level 4 (Artinya ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *