BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com — Kota Balikpapan dinilai memiliki seluruh prasyarat untuk tampil sebagai pusat kegiatan berskala nasional. Fasilitas perhotelan yang lengkap, infrastruktur modern, hingga posisi geografis yang strategis menjadikan kota ini sangat potensial sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib, menegaskan bahwa Balikpapan sejak lama dikenal sebagai kota meeting. Namun dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kegiatan berskala besar yang digelar asosiasi profesi, lembaga swasta, maupun organisasi nasional cenderung mengalami penurunan.
“Balikpapan ini sejak dulu dikenal sebagai kota meeting. Fasilitas sudah lengkap, tinggal bagaimana pemerintah bisa menarik asosiasi atau organisasi untuk menyelenggarakan acara mereka di sini,” ujar Najib, Rabu (25/2/2026).
Menurut Najib, infrastruktur pendukung di Balikpapan sangat memadai. Sejumlah hotel berbintang telah dilengkapi ruang pertemuan berstandar nasional, kapasitas akomodasi besar, serta dukungan akses transportasi udara yang mudah dijangkau dari berbagai kota di Indonesia.
Ia menilai, kesiapan tersebut seharusnya menjadi modal utama pemerintah kota untuk menyusun strategi promosi yang lebih terarah dan agresif. Terlebih, sejumlah agenda besar seperti Balikpapan Fest telah membuktikan bahwa kota ini mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala besar.
“Artinya, secara teknis kita siap. Tinggal bagaimana pemerintah memanfaatkan peluang itu dengan promosi yang tepat sasaran,” tegasnya.
Najib menekankan bahwa meningkatnya kegiatan nasional di Balikpapan akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Tidak hanya sektor perhotelan, tetapi juga pelaku UMKM, transportasi, hingga usaha kuliner akan ikut terdampak positif.
“Setiap kali ada acara besar, perputaran ekonomi meningkat. Ini memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membantu roda ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar organisasi profesi seperti ikatan dokter, asosiasi kepala daerah, hingga lembaga swasta lebih aktif menjadikan Balikpapan sebagai lokasi agenda nasional mereka. Keterlibatan berbagai pihak diyakini akan memperluas dampak ekonomi yang dihasilkan.
Najib berharap kegiatan berskala nasional tidak hanya digelar pada momen tertentu, melainkan berlangsung rutin sepanjang tahun. Dengan dukungan pemerintah yang proaktif, sektor perhotelan dan industri pendukung diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kota.
“Balikpapan sudah sangat siap. Sekarang tinggal kemauan dan langkah nyata pemerintah kota untuk menjadikannya kota MICE yang sesungguhnya,” pungkasnya.(sb-02)
Balikpapan Siap Jadi Kota MICE Nasional, DPRD Dorong Strategi Promosi Lebih Agresif












