SAMARINDA,suarabalikpapan.com–Warga mengapresiasi kepedulian Wali Kota Samarinda Andi Harun terhadap Musdalifah (10) anak kurang mampu, murid SDN 002 Samarinda Seberang yang diusir gurunya dari kelas saat akan mengikuti ujian lantaran tak pernah mengikuti kelas online akibat tak memiliki smartphone.
Wali Kota Andi Harun mengatakan, Pemerintah Kota Samarinda akan menanggung pendidikan Musdalifah dan sepupunya hingga SMA. Sedangkan, anak Sitti Munawarah yang merupakan tante Musdalifah, Wali Kota mengaku juga akan menanggung biaya kuliahnya.
Kepedulian Wali Kota Andi Harun ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. “Saya selaku warga Samarinda mengapresiasi kepedulian Bapak Wali Kota Andi Harun yang peduli terhadap warga kurang mampu untuk menanggung biaya pendidikannya,” ujar Lisda, warga Samarinda Seberang kepada media ini, Rabu (8/6/2022).
Pemerintah, kata Lisda, sudah seharusnya rajin turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat. “Makanya saya salut kepada Wali Kota Andi Harun yang melihat langsung kondisi keluarga dari Musdalifah yang merupakan warga kurang mampu,” kata Lisda.
Sementara itu, Sitti Munawarah tante Musdalifah sangat terharu atas kepedulian Wali Kota Samarinda yang berkomitmen membiayai sekolah Musdalifah dan sepupunya. Termasuk ingin merenovasi rumah Sitti Munawarah. “Alhamdulillah saudara-saudaranya juga merasakan kebahagiaan didatangi pak wali kota, mereka diperhatikan hingga pak wali kota mau memperbaiki rumah itu luar biasa. Saya berterima kasih atas semua bantuan diberikan,” ujar Sitti Munawarah sambil menangis haru.
“Perasaan saya saat ini sangat bahagia tidak terukur, tidak menyangka dengan masalah ini sampai rumah pun diperbaiki, anak saya sampai mau dikuliahkan, memang dia ingin kuliah lagi tapi terbentur dengan dana. Terima kasih pak wali kota,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Wali Kota Samarinda Andi Harun mendatangi langsung kediaman Musdalifah murid SDN 002 Samarinda yang sempat diusir gurunya dari kelas saat akan mengikuti ujian lantaran tak pernah mengikuti kelas online akibat tak memiliki smartphone. “Saya mengumpulkan semua pihak supaya tahu persis letak permasalahan ini. Karena di pemberitaan ada spekulasi bermacam-macam, ternyata masalahnya hanya sekedar kesalahpahaman,” aku Andi Harun.
Peristiwa itu berawal dari kebijakan belajar daring (dalam jaringan) sejak tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Setelah dua tahun akhirnya diizinkannya proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. “Nah dengan adanya kebijakan ini, Ananda Musdalifah belum masuk ke sekolah. Semua sekolah kan ada aturannya, murid yang tidak masuk beberapa hari akan ada penegakan disiplin. Maka dari itu pihak sekolah memulangkan Ananda,” jelasnya.
Wali Kota Andi Harun menambahkan, ternyata pihak sekolah tidak mengetahui persis keadaan Ananda Musdalifah saat itu. Ternyata, ibunda Musdalifah telah meninggal dunia sedangkan ayahnya menghadapi proses hukum atau ditahan akibat perbuatan pidana dengan vonis 6 tahun penjara.
Kondisi dari ekonomi tante dari Musdalifah pun bisa dibilang terbatas, lantaran memiliki 3 anak dan harus menanggung, memelihara, serta menampung keponakannya. “Nah ini yang tidak diketahui pihak sekolah karena tidak adanya komunikasi. Maka saya datang kesini dan sudah tahu duduk permasalahannya seperti apa,” akunya.
Mengenai wali kelas yang disebut-sebut tega mengusir seorang anak kurang mampu, ternyata tidak seperti yang dituduhkan. Oleh karena itu, ia sebagai Wali Kota harus turun melakukan kroscek permasalahan yang terjadi. “Tidak fair jika saya langsung memberi sangsi kepada Bu Risnawati dan kepala sekolah. Jadi saya turun langsung melihat kondisi keluarga Musdalifah. Mereka semua termasuk Musdalifah akan ditanggung pendidikannya oleh Pemkot Samarinda hingga SMA. Lalu yang baru lulus SMA, insyaallah akan kami biaya kuliahnya hingga sarjana,” pungkasnya.(sb-02)












