BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam memerangi situs pornografi dan judi online. Salah satunya dengan melakukan pemblokiran situs-situs tersebut, namun belum berjalan maksimal.
Bulan Ramadan, Diskominfo Awasi Situs Pornografi dan Judi Online
“Memang terkait dengan situs pornografi dan judi online ini susah untuk ditangkal. Susah diblokir. Jadi semua bisa membuka situs judi online,”kata Adamin usai pembukaan Safari Ramadan 1445 H/2024 di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Jalan Syarifuddin Yoes, pada Kamis (14/3/2024).
Adamin juga menekankan bahwa meskipun pemerintah bisa menutup situs-situs tersebut, namun kemunculannya akan terus berulang. “Memang pemerintah bisa menutup, tapi muncul lagi,” tambahnya. Pada bulan Ramadan, Adamin menekankan pentingnya kesadaran dalam memanfaatkan internet secara positif, terutama bagi kaum muda. “Jadi kembali kepada masing-masing pihak. Pasti ada positif dan negatif. Apalagi di bulan suci Ramadan saat ini,” katanya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui edukasi, seperti lomba Internet of Things (IoT).
“Sebenarnya kita ada edukasi lomba IoT paling tidak melalui itu, anak-anak muda bisa berkreasi dalam menggali potensi yang ada, yang bisa digunakan masyarakat,” ucap Adamin.
Adamin juga menyoroti potensi bisnis yang dapat diciptakan melalui internet, dengan catatan bahwa aplikasi yang dibangun harus bernilai positif. “Sebenarnya itu juga bisa menjadi dunia usaha kalau dia bisa membangun aplikasi yang bernilai positif, kan masyarakat bisa menggunakannya,” paparnya. Untuk mengatasi situs-situs negatif, pemerintah telah menyediakan layanan Nawala atau internet positif. Namun, Adamin mengakui bahwa upaya ini masih belum cukup efektif.
“Menangkal situs negatif memang pemerintah sudah ada nawala atau internet positif. Kalau kita mencari sesuatu dengan kata-kata yang pornografi, secara otomatis terblokir. Tapi itu kan ditutup satu, tumbuh seribu,” jelasnya.
Adamin menyimpulkan bahwa penggunaan internet untuk hal yang positif sangat bergantung pada kesadaran masing-masing individu. “Jadi kembali ke diri masing-masing terkait bagaimana menggunakan situs itu untuk yang positif saja,” tutupnya.(sb-02).












