Kabupaten Paser

Bupati Fahmi Bahas Regulasi Rujukan BPJS Kesehatan

41
×

Bupati Fahmi Bahas Regulasi Rujukan BPJS Kesehatan

Share this article
Pemkab Paser bersama BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan menggelar rakor membahas mapping rujukan ke RSUD Panglima Sebaya.

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Adanya keluhan masyarakat terkait mapping rujukan pasca kenaikan tipe Rumah Sakit Panglima Sebaya dari tipe C menjadi B, di Ruang Rapat Sadurengas Sekretariat Pemkab Paser, Kamis (9/2/2023). Rakor yang membahas terkait mapping rujukan pasca Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangima Sebaya statusnya menjadi Tipe B dipimpin  Bupati Paser dr Fahmi Fadli didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Romif Erwinadi, Asisten Administrasi Umum Murhariyanto, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan Sarman Pali’padang, Kepada Dinas Kesehatan Paser dr I Dewa Made Sudarsana.

Hadir pula Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Nur Asni, Sekretaris Bappedalitbang Rusdi, Direktur RSPS Kabid Pelayanan Safiuddin Rachma serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paser dr Ahmad Hadiwijaya. Bupati Fahmi Fadli mengatakan, pihaknya menginginkan adanya kemudahan untuk masyarakat yang berobat lewat pelayanan kesehatan di Kabupaten Paser. Berdasarkan laporan yang didapat saat ini masyarakat yang ingin berobat ke pelayanan kesehatan masih bingung karena dilempar-lempar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Diharapkan dengan adanya rakor ini mendapatkan solusi terbaik bagi masyarakat yang ingin menggunakan pelayanan kesehatan,” kata Fahmi disela-sela kegiatan.
Saat ini tugas Pemkab Paser untuk memapping rujukan RSUD sebagai pelaksana kegiatan pelayanan kesehatan dan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara, semua telah memiliki tugas masing-masing. Untuk penyelenggara kesehatan, BPJS lah yang bertanggung jawab memberikan informasi kepada masyarakat, agar masyarakat tidak mengalami kebingungan jika hendak berobat.
“Dengan adanya kebingungan ini menimbulkan keluhan masyarakat, kami berharap setelah rapat ini masyarakat tidak susah ketika ingin berobat,” jelasnya.
Fahmi meminta kepada pihak BPJS Cabang Balikpapan untuk melakukan pembagian layanan dengan zona. Pasalnya terdapat masyarakat yang tempat tinggalnya sangat jauh dari Faskes.
“Kasihan masyarakat yang harus berobat jauh dan tiba-tiba diminta balik lagi karena perlu rujukan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan Sarman Palipadang menjelaskan, alur rujukan pertama, jika gawat darurat tak membutuhkan rujukan, tetapi langsung masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD). Masyarakat bisa dirujuk langsung ke RSUD Panglima Sebaya jika klinik tidak memiliki dokter spesialis atau faskes terdekat yang representatif untuk rujukan. Hal ini yang akan diinformasikan ke masyarakat bahwa masyarakat dapat dirujuk ke RSUD Tipe C dan D dan bisa langsung ke RSU tipe B apabila itu merupakan rumah sakit yang terdekat.
“Kesimpulannya RSUD mana yang lebih dekat dengan masyarakat maka itu yang d prioritaskan,” ujar Sarman.
Sarman menambahkan, terkait hasil rapat ini akan menjadi bahan masukan evaluasi untuk BPJS Kesehatan. Rencananya minggu depan  pihak BPJS Kesehatan akan mensosialisasikan lagi terkait regulasi ini agar tidak menjadi informasi yang simpang siur kepada masyarakat.
“Kami bakal sosialisasikan kembali agar masyarakat tidak menerima informasi yang simpang siur,”pungkasnya.(sb-06/adv/kominfo-psr)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *