Kabupaten Paser

Bupati Fahmi Serius Tangani Banjir di Paser

41
×

Bupati Fahmi Serius Tangani Banjir di Paser

Share this article
Bupati Fahmi Fadli saat menggelar rapat penanganan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Paser.

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Musibah banjir yang kerap terjadi setiap tahun di Kabupaten Paser terutama di wilayah Kecamatan Long Kali, Komam dan Pasir Belengkong menjadi perhatian serius Bupati Paser dr Fahmi Fadli.

Pada Selasa (28/3/2023) Bupati Fahmi mengumpulkan para Camat, pimpinan OPD terkait dan unsur Forkopimda untuk membahas penanganan banjir tersebut, di Ruang Rapat Sadurengas Kantor Bupati. Bupati Fahmi Fadli mengatakan, saat ini yang dikhawatirkan dunia adalah perubahan iklim sebab menimbulkan banyak dampak lingkungan sampai ke industri, dan Paser saat ini telah terkena dampak perubahan iklim tersebut yaitu banjir. Biasanya banjir terjadi di Paser hanya 5 tahunan sekali dan tidak besar. Namun saat ini hampir setiap tahun terjadi banjir besar.
“Penanganan pasca banjir harus dipilah, dari jangka pendek dan jangka panjang, kita fokus jangka pendek dulu, dari gagal panen, jalan putus, longsor, dan pembangunan jembatan, ini yang perlu kita sikapi cepat,” kata Fahmi.
Ia menyebutkan, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial diminta agar dapat mempersiapkan cadangan pangan untuk korban banjir dan coba dihitung dengan baik-baik, apakah saat ini dapat mencukupi ke depannya. Ia meminta Dinsos Paser dapat segera menghitung kebutuhan sembako untuk masyarakat yang jadi korban banjir, agar ini bisa mengurangi beban ekonomi mereka.
“Sedangkan untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kami meminta segera hitung cepat apa saja kebutuhan penanganan di lapangan dan Dinas PUTR,” ujarnya.
Ia berharap tidak ada korban jiwa akibat banjir sebab keselamatan warga negara adalah hukum tertinggi. Sedangkan untuk penanganan jangka panjang perlu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. “Termasuk penyelesaian proyek Bendungan Telake dan Lambakan agar bisa cepat terealisasi,” tegasnya.
Luas lahan sawah 1.400 hektare yang produktif kata Fahmi terendam banjir, jangan sampai membuat masyarakat putus asa karena selalu gagal panen. Pemkab Paser harus bisa meminimalisir jumlah korban terdampak banjir.
“Contohnya dari 1000 KK yang terdampak jadi 500 KK saja yang terdampak misalnya,”ujarnya.
Fahmi menambahkan, untuk Dinas PUTR juga ia berikan catatan khusus, yaitu perlu membangun Jembatan Bailey untuk kondisi sementara. Jalan longsor yang menyebabkan akses jalan antar desa terputus, jangan sampai lambat ditangani.
“Pada 2023 ini, Pemkab Paser telah mengalokasikan dana tanggap darurat (DTT) sebesar Rp 10 miliar sebagai wujud keseriusan penanganan banjir,”pungkasnya.(sb-06/adv/kominfo-psr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *