KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bupati Kukar Resmikan Dua Posyandu Baru di Desa Sebulu Ilir, Dukung Pencegahan Stunting

26
×

Bupati Kukar Resmikan Dua Posyandu Baru di Desa Sebulu Ilir, Dukung Pencegahan Stunting

Share this article
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, meresmikan dua Posyandu hasil rehabilitasi di Desa Sebulu Ilir.

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Terbaru, Bupati Kukar Edi Damansyah meresmikan dua gedung Posyandu hasil rehabilitasi di Desa Sebulu Ilir, yakni Posyandu Melati Ungu dan Posyandu Kenanga, pada Selasa (13/5/2025).
Dalam sambutannya, Edi menegaskan pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu, anak, dan lansia di wilayah pedesaan. Ia menyampaikan bahwa program rehabilitasi Posyandu terus digencarkan di berbagai wilayah, termasuk Sebulu Ilir.
“Alhamdulillah, beberapa posyandu telah selesai direnovasi dan siap digunakan. Beberapa lainnya masih dalam tahap perencanaan. Ini adalah bukti komitmen kami untuk memperkuat layanan dasar masyarakat,” ujar Edi.
Bupati Edi juga merespons aspirasi para kader Posyandu terkait peningkatan insentif. Menurutnya, hal ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai bagian dari penguatan semangat dan kinerja kader di lapangan.
“Peran kader sangat besar. Bahkan regenerasi kader berjalan secara alami dalam keluarga. Ini perlu kita apresiasi,” katanya.
Lewat program Kukar Idaman, berbagai bentuk penguatan dilakukan, mulai dari pelatihan hingga pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita. Ia mengungkapkan, program ini telah memberikan hasil nyata, salah satunya adalah capaian 99% pada pengukuran dan penimbangan balita serentak nasional pada Juni 2024.
“Yang perlu kita waspadai bukan hanya stunting, tapi juga potensi stunting seperti berat badan tidak naik atau gizi kurang. PMT yang digelar selama dua bulan terbukti efektif saat dikolaborasikan dengan layanan posyandu,” tegasnya.
Edi juga menyoroti pentingnya peran aktif RT dan kepala desa dalam menyukseskan program Posyandu, terutama dalam mendampingi ibu hamil selama 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Ia pun mengingatkan akan bahaya pernikahan dini yang masih ditemukan di beberapa wilayah dan menjadi salah satu faktor risiko stunting.
“RT dan kepala desa harus aktif memastikan ibu hamil hadir di posyandu. Edukasi soal usia pernikahan ideal juga harus terus disosialisasikan,” ucapnya.
Bupati turut menyoroti rendahnya kehadiran warga dalam kegiatan posyandu. Ia mengatakan, para kader sering kali khawatir saat warga tidak hadir tanpa pemberitahuan. Untuk itu, keterlibatan RT dalam pelaksanaan posyandu perlu ditingkatkan.
Kepala Desa Sebulu Ilir, Chandra Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Edi Damansyah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) atas dukungan penuh terhadap pembangunan dua posyandu tersebut.
“Ini agenda yang sudah lama kami tunggu. Dengan diresmikannya dua posyandu dan satu masjid oleh Bapak Bupati, kami berharap manfaat besar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *