by

Cabuli Anak di Bawah Umur, Sopir Truk Diamankan Polsek Long Ikis

-Hukrim-4,621 views

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Paser. Kali ini pelakunya DW (28) seorang sopir truk warga Desa Jemparing Long Ikis yang diduga mencabuli ARD (14) warga Long Kali.

Kapolres Paser AKBP Eko Susanto melalui Kapolsek Long Ikis Iptu Hermawan, mengatakan, kasus ini dilaporkan ibu korban ke Polsek Long Ikis kemudian polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka. “Saat ini tersangka telah diamankan di Polsek Long Ikis” kata Iptu Hermawan, kepada media ini, Rabu (16/6/2021).

Menurut keterangan korban ARD bahwa dirinya memiliki hubungan asmara dengan tersangka DW yang diketahui telah tiga kali menikah dan memiliki 3 anak. Mereka pertama kali bertemu di sebuah warung lalu memutuskan untuk pacaran 4 bulan lalu.

Sesuai pengakuan korban, kata Iptu Hermawan, pertama kali mereka berhubungan badan di rumah tersangka di Desa Jemparing Long Ikis. Awalnya korban disuruh mendatangi rumah tersangka menggunakan sepeda motor. Sebelum berhubungan badan korban diajak jalan-jalan menggunakan mobil truk oleh tersangka. Setelah kembali ke rumah tersangka, kemudian korban diajak ke dalam kamar. Saat berbincang-bincang di dalam kamar tiba-tiba kaki korban ditarik paksa oleh tersangka lalu melucuti pakaian korban, kemudian mereka berhubungan badan.

“Usai berhubungan badan lalu korban langsung disuruh pulang oleh tersangka. Setelah kejadian itu mereka akhirnya sering berhubungan badan di rumah tersangka,” kata Iptu Hermawan sesuai pengakuan korban.

Pada Jumat (11/6/2021) malam korban meninggalkan rumahnya di  Desa Jemparing Long Ikis tanpa pamit kepada ibunya. Korban diduga bertemu tersangka untuk kembali berhubungan badan. Pada malam itu, korban diketahui berada di rumah ayahnya di Babulu, Penajam Paser Utara (PPU). Saat dihubungi ibunya lewat ponsel ternyata korban bersama tersangka di sebuah hotel.

“Ibu korban tidak terima anaknya di bawah ke hotel kemudian ibunya  melaporkan tersangka ke Polsek Long Ikis. Tersangka telah kami amankan  dan untuk proses selanjutnya kami meminta keterangan para saksi,” akunya.

Apabila terbukti melakukan pencabulan tersangka DW akan dijerat Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini