Kota Balikpapan

Debat Publik Kedua Pilkada Balikpapan 2024, Fokus pada Solusi Air Bersih dan Kesejahteraan Tenaga Pendidik

82
×

Debat Publik Kedua Pilkada Balikpapan 2024, Fokus pada Solusi Air Bersih dan Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Share this article
Ketiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan berangkulan usai mengikuti debat publik kedua di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, pada Kamis (7/11/2024) malam.

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menggelar debat publik kedua sebagai bagian dari tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, pada Kamis (7/11/2024).
Debat ini dihadiri oleh tiga pasangan calon (paslon) yang bersaing untuk posisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan: Rahmad Mas’ud-Bagus Susetyo (nomor urut 1), Rendi Susiswo Ismail-Eddy Sunardi Darmawan (nomor urut 2), dan Muhammad Sabani Syukri Wahid (nomor urut 3).
Debat publik kedua ini mengangkat tema besar “Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Publik,” dengan fokus pada isu-isu yang sangat relevan bagi masyarakat Balikpapan, seperti pemenuhan kebutuhan air bersih, pengembangan infrastruktur, serta kesejahteraan tenaga pendidik.

Komitmen Paslon Nomor Urut 1: Rahmad-Bagus dalam Menangani Air Bersih dan Kemacetan

Paslon nomor urut 1, Rahmad Mas’ud dan Bagus Susetyo, menyampaikan komitmennya untuk mengatasi masalah air bersih yang selama ini menjadi persoalan di Balikpapan. Rahmad menjelaskan bahwa kapasitas air bersih di kota ini tidak berbanding lurus dengan ketersediaan sumber air baku, terutama di musim kemarau. Oleh karena itu, pasangan ini berencana menjalin kerja sama dengan tiga daerah untuk mensuplai air bersih dari Sungai Mahakam. Selain itu, mereka juga berencana membenahi infrastruktur pipa air yang sudah tua, serta mempromosikan program penampungan air hujan melalui kolaborasi dengan perusahaan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Terkait dengan kemacetan, Rahmad-Bagus menawarkan solusi jangka pendek dan panjang. Mereka berencana membuka akses jalan baru, seperti dari Sepinggan ke Km 8 dan dari Manggar ke Km 8, untuk mengurangi kemacetan. Bagus juga menekankan pentingnya transportasi massal seperti Balikpapan City Trans (BCT), yang jangkauannya akan diperluas ke Balikpapan Timur dan Barat. Ini akan mendukung pemerataan pembangunan dan memperlancar mobilitas warga Balikpapan.

Paslon Nomor Urut 2: Rendi-Eddy Fokus pada Kesejahteraan Tenaga Pendidik dan Solusi Kemacetan

Paslon nomor urut 2, Rendi Susiswo Ismail dan Eddy Sunardi Darmawan, mendapatkan pertanyaan terkait kesejahteraan tenaga pendidik, terutama dalam hal pemberian insentif. Rendi menegaskan bahwa guru di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, akan mendapatkan tunjangan insentif yang sebanding dengan kinerja dan dedikasinya. Paslon ini juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memastikan pemberian insentif yang adil bagi tenaga pendidik baik yang berstatus P3K maupun honorer.
Selain itu, Rendi-Eddy juga mencanangkan pembangunan flyover di Muara Rapak untuk mengatasi kemacetan. Mereka juga akan memperlebar ruas jalan yang masih sempit serta membangun jalan alternatif di Ring Road 3 dan Ring Road 4. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan Pertamina juga akan dilakukan untuk mengatasi antrean di SPBU yang berkontribusi pada kemacetan.

Paslon Nomor Urut 3: Sabani-Syukri Menjanjikan Peningkatan Kesehatan dan Akses Internet Merata

Paslon nomor urut 3, Muhammad Sabani dan Syukri Wahid, berfokus pada isu kesehatan dan penanggulangan stunting. Sabani menyarankan agar intensitas kunjungan ke posyandu ditingkatkan menjadi minimal sekali seminggu, serta memberikan insentif bagi para kader posyandu yang berperan penting dalam pengawasan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, pasangan ini juga berencana membenahi rumah sakit daerah di Balikpapan dan bekerja sama dengan rumah sakit swasta untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Sabani juga berbicara mengenai pentingnya transformasi digital untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat. Ia berencana menyediakan internet gratis di setiap lingkungan RT untuk memfasilitasi keluhan dan informasi langsung dari warga kepada pemerintah kota. Tak hanya itu, pasangan ini juga akan membuat aplikasi khusus yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan keluhan atau kebutuhan mereka secara langsung kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Ketiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan saat melakukan debat publik kedua

Masyarakat Balikpapan Menilai Paslon dengan Visi dan Misi Jelas

Ketua KPU Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, dalam sambutannya menyatakan bahwa debat publik ini merupakan kesempatan penting bagi setiap paslon untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya kepada 520 ribu pemilih yang akan memilih pada 27 November mendatang. Ia mengingatkan para paslon untuk menjaga rasa saling menghormati dan menghargai, baik dalam menyampaikan ide maupun dalam menjawab pertanyaan dari panelis.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai solusi konkret yang akan diterapkan oleh setiap paslon untuk mengatasi berbagai masalah kota Balikpapan, termasuk masalah air bersih, kemacetan, infrastruktur, kesejahteraan tenaga pendidik, serta layanan kesehatan.
Debat publik kedua Pilkada Balikpapan 2024 ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam tentang visi, misi, dan program kerja para calon pemimpin mereka. Masing-masing paslon memiliki solusi yang berbeda namun saling melengkapi untuk menjawab tantangan besar kota Balikpapan, seperti infrastruktur, kesejahteraan guru, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih. Sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN), Balikpapan membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membangun kota yang lebih maju dan sejahtera.(sb-01/sb-02/sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *