TENGGARONG,suarabalikpapan.com — Pemerintah Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, menempatkan program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sebagai prioritas utama pada tahun ini. Program ini diharapkan bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di Liang Ulu dedepannya.
Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, menyebut ada tiga fokus utama, yakni penurunan angka stunting, pemberian makanan tambahan bergizi bagi anak-anak, serta pemberantasan narkoba.
“Masalah stunting masih menjadi perhatian serius di desa kami. Karena itu, tahun ini kami mengutamakan program penurunan angka stunting dan pemberian makanan tambahan bergizi bagi anak-anak yang kekurangan gizi,” ujar Mulyadi Kamis (14/8/2025).
Selain kesehatan, isu narkoba juga menjadi perhatian besar pemerintah desa. Menurutnya, sebagian anak-anak di Liang Ulu sudah terpengaruh dan mengikuti arus pergaulan yang salah.
“Narkoba sudah pasti menjadi catatan penting dan prioritas utama kami. Untuk itu, saya terapkan aturan tegas di pemerintahan desa. Jika ada aparat atau lembaga yang terlibat narkoba, tidak ada toleransi, langsung diberhentikan,” tegasnya.
Mulyadi juga berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak berwenang dalam upaya pencegahan narkoba di desa. Ia menilai, sosialisasi bahaya narkoba dan tes urin bagi warga yang dicurigai perlu digalakkan. Namun, kendala yang dihadapi selama ini adalah biaya.
“Kami pernah mengajukan melalui Polsek, tapi pelaksanaannya berbayar. Kami berharap ada dukungan pemerintah agar biaya tes narkoba bisa ditanggung, tidak membebani desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan Dana Desa (DD) tidak bisa dilakukan sembarangan karena sudah ada aturan dan pagu anggarannya masing-masing. Misalnya, persentase tertentu harus dialokasikan untuk kegiatan khusus, sehingga tidak memungkinkan dialihkan untuk biaya tes narkoba.
Menurut Mulyadi, masalah kenakalan remaja di Liang Ulu cukup meresahkan, terutama terkait penyalahgunaan narkoba. Bahkan, sudah ada beberapa warga yang ditangkap aparat.
“Kami selalu menegaskan, jika ada kasus narkoba, desa tidak akan melindungi. Semua langsung kami serahkan kepada pihak berwajib. Itu juga yang selalu kami sampaikan kepada warga,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar adalah membangun kesadaran generasi muda. “Namanya anak-anak, ada saja yang malas bekerja dan lebih memilih berkhayal. Tapi kami tidak boleh menyerah, karena masa depan desa ini ada di tangan mereka,” kata Mulyadi.
Selain program prioritas nonfisik, pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai anggaran yang ada. Hal ini dilakukan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Saat ini, jumlah penduduk Desa Liang Ulu tercatat sekitar 600–650 kepala keluarga dengan jumlah rumah kurang lebih 455 unit. Total penduduk mencapai lebih dari 3.000 jiwa.
“Dengan jumlah penduduk yang cukup besar, tentu tantangan pembangunan juga besar. Karena itu, kami berharap adanya sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan instansi terkait agar program prioritas bisa berjalan efektif,” pungkas Mulyadi.(adv)
Desa Liang Ulu Prioritaskan Penurunan Stunting dan Pemberantasan Narkoba












