KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Desa Muara Kaman Ulu Fokus Pengentasan Kemiskinan hingga Pengembangan Pariwisata

36
×

Desa Muara Kaman Ulu Fokus Pengentasan Kemiskinan hingga Pengembangan Pariwisata

Share this article
Kepala Desa Muara Kaman Ulu Hendra

TENGGARONG,suarabalikpapan.com — Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, menyampaikan bahwa dalam tambahan masa jabatan dua tahun ke depan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program prioritas pembangunan desa. Program tersebut mencakup bidang pengentasan kemiskinan, ekonomi kerakyatan, pariwisata, hingga ketahanan pangan dan lingkungan.
Menurut Hendra, langkah pertama yang menjadi fokus utama adalah pengentasan kemiskinan, khususnya perbaikan sanitasi dan rumah tidak layak huni (RTLH) agar masyarakat dapat menempati rumah yang lebih sehat dan layak huni.
“Kami ingin memastikan warga memiliki lingkungan tempat tinggal yang sehat. Karena itu, sanitasi dan RTLH menjadi perhatian utama kami,” jelasnya Senin (11/8/2025).
Prioritas kedua adalah pengembangan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih sebagaimana arahan Presiden. Program ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Di sektor pariwisata, Desa Muara Kaman Ulu menyiapkan pembangunan halaman pelantaran yang berhadapan langsung dengan Sungai Makam. Proyek ini ditaksir memerlukan anggaran sekitar Rp75–100 juta dan diharapkan dapat menunjang pengembangan potensi wisata desa pada tahun 2025.
Sementara itu, dalam bidang lingkungan, desa terus menggerakkan budaya gotong royong melalui program BKKDRT. Kegiatan ini tidak hanya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga sejalan dengan visi Kukar Idaman menuju “Kukar Idaman Terbaik.”
Selain itu, desa juga memperkuat ketahanan pangan dengan mendorong pertanian palawija seperti cabai dan buah-buahan, serta budidaya perikanan. Program ini masih menunggu petunjuk teknis terbaru dari pemerintah pusat terkait alokasi 20 persen Dana Desa (DD) untuk ketahanan pangan.
Untuk program yang telah berjalan pada tahun ini, Hendra menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng CSR PT Baratabang. Dukungan tersebut diwujudkan dalam pembangunan 12 unit sanitasi bagi warga yang belum memiliki fasilitas layak, dengan nilai bantuan Rp10 juta per unit. Penerima manfaat diprioritaskan bagi keluarga penerima PKH dan BPNT, berdasarkan data Kementerian Sosial, Dinas Sosial, serta usulan dari Dinas Perkim.
Selain itu, program RTLH tahun ini juga menyentuh sekitar 10 unit rumah dengan anggaran Rp10 juta per unit berupa bahan bangunan. Dari pemerintah desa, terdapat tambahan program sanitasi sebanyak 8 unit dengan anggaran Rp5 juta per unit, sehingga total nilai bantuan mencapai Rp40 juta.
Adapun pembangunan pelantaran desa diperkirakan menelan biaya Rp75 juta termasuk pajak, dengan tahap perencanaan awal sebesar Rp20 juta.
“Kami berharap pembangunan ini dapat menunjang sektor wisata sekaligus menjadi ruang terbuka yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Hendra.
Terkait pembiayaan, Desa Muara Kaman Ulu mengandalkan berbagai sumber anggaran seperti BHPRD, BKKDRT, bantuan provinsi, Dana Desa, Alokasi Dana Desa (ADD), BKKD Nakes, hingga BKKD Bosando. Meski demikian, Hendra mengakui adanya potensi defisit anggaran pada tahun mendatang.
“Kami akan melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi program prioritas. Harapan kami, pembangunan desa tetap berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *