KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Desa Sungai Bawang, Penjaga Tradisi Dayak Kenyah yang Jadi Destinasi Budaya di Kukar

78
×

Desa Sungai Bawang, Penjaga Tradisi Dayak Kenyah yang Jadi Destinasi Budaya di Kukar

Share this article
Desa Sungai Bawang di Muara Badak, Kutai Kartanegara, dikenal sebagai desa budaya Dayak Kenyah. Warisan adat, tarian, dan festival panen jadi daya tarik wisata budaya di Kaltim

TENGGARONG,suarabalikpapan.com– Desa Sungai Bawang di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, telah resmi ditetapkan sebagai desa budaya sejak tahun 2005. Penetapan ini dilakukan oleh Bupati Kutai Kartanegara kala itu sebagai bentuk pengakuan atas kekayaan tradisi dan budaya yang diwarisi masyarakat Dayak Kenyah di wilayah ini.
Kepala Desa Sungai Bawang, Martinus, menuturkan bahwa penetapan status desa budaya bermula dari perjalanan desa persiapan hingga kini menjadi desa definitif. Fokus utama pengembangan desa ini adalah pada sektor wisata budaya, seperti tarian tradisional dan berbagai upacara adat Dayak Kenyah.
“Yang kami prioritaskan adalah pengembangan wisata budayanya, mulai dari tarian-tarian hingga ritual adat yang masih hidup di masyarakat,” ujar Martinus saat ditemui pada Rabu (27/8/2025).
Menurut Martinus, hampir seluruh warga Desa Sungai Bawang terlibat dalam aktivitas seni, baik sebagai penari, pemusik, maupun pengrajin. Pelestarian tradisi terus dilakukan agar warisan budaya tidak punah dan dapat terus diturunkan ke generasi muda.
“Itu yang terus kami jaga agar tidak hilang dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.
Setiap tahun, desa ini menggelar Festival Mecaq Undat, yaitu pesta panen tradisional masyarakat Dayak Kenyah. Festival ini menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menyaksikan kekayaan budaya asli Kaltim.
Tak hanya seni pertunjukan, Desa Sungai Bawang juga aktif mengembangkan kerajinan tangan dan UMKM masyarakat. Berbagai produk lokal seperti anyaman, perhiasan tradisional, dan cinderamata khas Dayak menjadi bagian dari identitas desa budaya ini.
Martinus mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata Kukar, yang selalu hadir dalam setiap kegiatan budaya desa.
“Setiap ada kegiatan budaya, selalu ada dukungan dari dinas terkait. Ini sangat membantu kami dalam menjaga semangat masyarakat,” ungkapnya.
Dalam upaya regenerasi seniman tradisional, pemerintah desa telah menghadirkan dua guru tari dan satu pelatih musik tradisional. Mereka bertugas membina anak-anak dan remaja desa agar seni budaya tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Martinus berharap Desa Sungai Bawang bisa sejajar dengan Kelurahan Budaya Pampang yang lebih dulu dikenal sebagai destinasi budaya Dayak di Kaltim. Ia menekankan bahwa bukan persaingan yang diinginkan, melainkan keinginan agar Sungai Bawang juga dikenal secara nasional bahkan internasional sebagai alternatif wisata budaya Dayak.
“Kami ingin desa kami juga bisa menjadi ikon budaya. Bukan untuk bersaing, tapi sebagai alternatif wisata yang memperkaya keberagaman budaya nasional,” tutupnya.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga tradisi, Desa Sungai Bawang semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Kabupaten Kukar.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *