DPRD Balikpapan

Dewan Soroti Kerusakan Sapras dan Pelayanan RSUD Beriman

95
×

Dewan Soroti Kerusakan Sapras dan Pelayanan RSUD Beriman

Share this article
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Sarana dan prasarana (Sapras) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Kota Balikpapan kian memprihatinkan. Seperti pendingin ruangan yang telah mengalami kerusakan sehingga menyebabkan pasien kepanasan. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DRPD Balikpapan dengan Manajemen RSUD Beriman Balikpapan, pada Senin (10/7/2023). “Setelah kita melakukan RDP dengan RSUD Beriman ada beberapa kendala yang ditemukan di sana diantaranya terkait masalah rumah sakit kita tipe C sehingga dari sisi fasilitas perlu diupgrade,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono kepada wartawan.

Ia menjelaskan, di RSUD Beriman  banyak ditemukan peralatan yang rusak salah satunya air conditioner (AC) serta ruang operasi yang harus segera dibenahi. Selain itu, kata Budiono, tata kelola oleh manajemen RSUD Beriman belum bagus sehingga pasien yang ingin mendapat pelayanan harus menunggu lama. “Jadi kata Pak Dirut akan melakukan pembenahan sebab pasien harus mengantre dari ruangan loket hingga ke ruangan yang akan dituju. Begitu juga tata kelola serta upgrade tenaga kesehatan rumah sakit harus dilakukan,”pintanya.
Budiono berharap kedepannya RSUD Beriman bisa lebih baik lagi dan untuk sisi anggaran pihaknya siap memberikan dukungan. “Akan kita support, mulai dari infrastruktur, alat kesehatannya dan sarpras seperti AC banyak yang mati sehingga pasien kepanasan. Jadi jangan ada tumpukan lagi orang mengantri, sehingga pasien tidak menunggu terlalu lama,” akunya.
Sementara itu, Direktur RSUD Beriman, Irfansyah Fuadi mengatakan untuk meningkatkan pelayanan, pihaknya akan memprioritaskan pada upaya membangun sistem informasi rumah sakit sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI serta meningkatkan sarana dan prasarana serta SDM. “Kalau bicara SDM karena dari Pemkot jumlahnya pas, maka bisanya cuma diganti, jumlahnya itu berkisar 430 orang. Sedangkan rumah sakit tipe c di kota lain itu sudah mencapai 700 orang sehingga yang bisa kita lakukan adalah peningkatan teknologi supaya SDM cukup,”pungkasnya.(sb-03).  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *