KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Diarpus Kukar aktif menggalakkan program literasi untuk anak usia dini guna mengurangi ketergantungan pada gawai.

21
×

Diarpus Kukar aktif menggalakkan program literasi untuk anak usia dini guna mengurangi ketergantungan pada gawai.

Share this article
Plt Kepala Diarpus Kukar Rinda Desianti

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara terus berkomitmen dalam meningkatkan literasi anak usia dini sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat gawai.
Plt. Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti, menegaskan pentingnya membangun budaya membaca sejak dini. Menurutnya, membaca buku fisik memberikan pengalaman emosional dan visual yang tidak bisa digantikan oleh layar ponsel atau tablet.
“Dibandingkan membaca di gawai, membaca buku manual itu jauh lebih berkesan. Anak-anak bisa merasakan langsung sensasi membuka halaman dan melihat ilustrasi yang menarik,” ujar Rinda, Minggu (11/5/2025).
Ia menambahkan bahwa peningkatan minat baca dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan ketergantungan terhadap gadget, terutama pada anak usia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).
Diarpus Kukar telah meluncurkan berbagai program yang menyasar anak usia dini. Di antaranya adalah:
Perpustakaan keliling yang menjangkau sekolah-sekolah di pelosok, Sesi mendongeng interaktif yang melibatkan pustakawan dan relawan, dan Pelatihan literasi untuk guru dan orang tua guna mendampingi anak dalam membangun kebiasaan membaca.
Rinda menekankan bahwa buku cerita bergambar memiliki kekuatan membangun imajinasi dan kemampuan berbahasa anak. Cerita dan dongeng yang dikemas menarik mampu memikat perhatian anak-anak lebih dari konten digital.
“Anak-anak suka mendengarkan dan menceritakan ulang cerita. Ini adalah potensi yang bisa dikembangkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku,” tuturnya.
Meski demikian, Rinda mengakui bahwa tantangan dalam meningkatkan literasi anak di era digital tidaklah mudah. Akses internet yang luas dan gawai yang semakin terjangkau membuat anak lebih mudah terdistraksi oleh konten visual instan.
Karena itu, Diarpus Kukar mendorong kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk budaya literasi yang kuat.
Langkah Strategis dan Rencana Pengembangan
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Diarpus Kukar berencana: Menambah koleksi buku anak di perpustakaan daerah, Meningkatkan jumlah pojok baca ramah anak di setiap kecamatan, dan Melibatkan komunitas dan tokoh masyarakat dalam kampanye literasi secara menyeluruh.
“Literasi harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masa depan anak-anak Kukar sangat bergantung pada bagaimana kita membentuk budaya membaca sejak usia dini,” tutup Rinda.(adv).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *