KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Dinkes Kukar Imbau Warga Waspada Varian Baru COVID-19, Tanpa Perlu Panik

49
×

Dinkes Kukar Imbau Warga Waspada Varian Baru COVID-19, Tanpa Perlu Panik

Share this article
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kukar Kusnandar

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran COVID-19, meski statusnya kini telah berubah dari pandemi menjadi endemi. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya laporan varian baru COVID-19 yang terdeteksi di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait varian baru di wilayah Kukar. Namun ia menegaskan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan karena virus masih berpotensi menyebar.
“Meskipun statusnya sudah bukan pandemi, virus COVID-19 tetap ada di sekitar kita. Masyarakat perlu tetap waspada namun tidak panik,” ujar Kusnandar, Jumat (13/6/2025).
Menanggapi temuan tersebut, Dinkes Kukar telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Hasil rapat tersebut menekankan bahwa langkah-langkah antisipatif akan diterapkan, namun tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan di tengah masyarakat.
“Intinya, masyarakat tidak perlu panik. Yang penting adalah tetap menjalankan pola hidup sehat seperti memakai masker di kerumunan, mencuci tangan secara rutin, serta menerapkan etika batuk dan bersin,” jelas Kusnandar.
Kusnandar juga mengimbau agar masyarakat tidak takut saat mengalami gejala mirip COVID-19. Ia menganjurkan untuk melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu dan berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika kondisi tak membaik.
“Kami mengarahkan petugas puskesmas untuk memberikan edukasi yang menenangkan, bukan menakutkan,” tambahnya.
Menjelang kepulangan jemaah haji, Dinkes Kukar juga bersiap melakukan langkah mitigasi. Pemeriksaan kesehatan jemaah akan dilakukan di pintu masuk oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan Dinkes Kukar akan menindaklanjuti jika ada laporan jemaah dengan gejala seperti demam tinggi.
“Jika ditemukan kasus mencurigakan, maka isolasi mandiri tetap menjadi langkah awal yang diambil,” kata Kusnandar.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Dinkes Kukar juga menggandeng Tim Penggerak PKK dan berbagai unsur masyarakat. Edukasi dan komunikasi publik menjadi fokus utama untuk mencegah penyebaran informasi yang menimbulkan kepanikan.
“Prinsip kami, Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jadi mari tetap berpikir positif, jaga kesehatan, dan tidak memaksakan diri,” ujarnya.
Kusnandar menegaskan bahwa pendekatan saat ini sudah berbeda dibanding masa awal pandemi. Fokus kini adalah pada kesiapan fasilitas kesehatan dan kesadaran masyarakat.
“Kita tidak bisa lagi bertindak seperti awal pandemi. Rumah sakit harus siaga, dan masyarakat harus sadar akan pentingnya menjaga diri,” tegasnya.
Dinkes Kukar mengajak seluruh warga untuk saling menjaga dan membiasakan hidup sehat sebagai bagian dari rutinitas.
“Jika ada gejala, segera isolasi mandiri. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke faskes. Mari kita budayakan pola hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tutup Kusnandar.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *