KUTAI KARTANEGARA,suarabalikpapan.com – Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Kartanegara (Kukar) mengumumkan berbagai program prioritas untuk tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Fokus utama dari program ini adalah pembangunan infrastruktur perkebunan serta pemberian bantuan untuk meningkatkan kapasitas pekebun.
Sekretaris Disbun Kukar, Muhammad Taufik Rahmani, menegaskan bahwa program-program ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Kutai Kartanegara, yang menekankan pada bantuan bibit dan pupuk, penguatan kelembagaan, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung sektor perkebunan. Menurut Taufik, meskipun program tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, fokus utama tahun 2025 akan lebih banyak pada pembangunan infrastruktur dan pemberian bantuan kepada petani.
“Secara keseluruhan, program kami tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, kami fokus pada pemberian bantuan bibit, pupuk, dan pembangunan infrastruktur yang lebih luas,” jelas Taufik pada Sabtu (8/3/2025).
Program bantuan bibit dan pupuk akan menjadi prioritas utama dalam upaya mendukung ekstensifikasi dan intensifikasi perkebunan. Bibit akan diberikan kepada petani yang ingin memperluas areal tanam, sementara pupuk akan disalurkan kepada petani yang telah memiliki tanaman seperti kelapa sawit, karet, lada, dan kakao.
Taufik Rahmani menambahkan bahwa permohonan dari kelompok tani akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia, baik dari anggaran murni kabupaten maupun anggaran perubahan. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua permintaan bantuan dapat dipenuhi sesuai dengan kemampuan anggaran.
Selain bantuan bibit dan pupuk, Disbun Kukar juga berencana membangun infrastruktur penting untuk mendukung aktivitas pertanian, seperti jalan produksi dan embung. Sebagai bagian dari target jangka panjang selama periode 2021-2026, Bupati Kutai Kartanegara menargetkan pembangunan 20 embung dan 20.000 meter jalan produksi.
Pada tahun 2024, Disbun Kukar telah berhasil membangun dua embung dan 17,5 kilometer jalan produksi. Program ini bertujuan untuk mempermudah akses petani ke lahan pertanian dan meningkatkan efektivitas distribusi hasil perkebunan ke pasar.
Program peningkatan kapasitas pekebun menjadi bagian penting dalam upaya Disbun Kukar untuk memajukan sektor perkebunan. Langkah ini meliputi penguatan kelembagaan pekebun, pelatihan keterampilan, serta pengawasan terhadap perkebunan besar swasta untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Bantuan dari berbagai pihak, seperti Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDPKS), turut mendukung keberhasilan program ini. BPDPKS memberikan bantuan dalam bentuk intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan, pengadaan alat panen, pelatihan sumber daya manusia (SDM), beasiswa untuk anak pekebun, dan subsidi biaya ekspor hasil perkebunan.
Di tahun 2025, Disbun Kukar juga akan membangun demplot kakao di Long Anai untuk mendukung rumah produksi coklat yang telah ada di daerah tersebut. Selain itu, rencana pengadaan alat pengolahan kopi di Muara Kaman bertujuan untuk mendukung produksi kopi lokal, salah satunya merek Kohiman yang sudah mulai dikenal.
Dengan berbagai program ini, Disbun Kukar berharap dapat memperkuat sektor perkebunan di Kutai Kartanegara dan meningkatkan kesejahteraan pekebun. Program-program ini mencakup penilaian usaha perkebunan, pengawasan terhadap perusahaan swasta, dan pembangunan infrastruktur pendukung yang terus berlanjut, seperti jalan produksi dan embung.
“Dengan berbagai program ini, Disbun Kukar berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun dan memajukan sektor perkebunan di Kutai Kartanegara,” tutup Taufik Rahmani.(adv)
Disbun Kukar Luncurkan Program Infrastruktur dan Peningkatan Kapasitas Pekebun pada 2025












