Kota Balikpapan

Disdikbud Kaltim Bantah Penghapusan Asrama SMA 10 Samarinda

171
×

Disdikbud Kaltim Bantah Penghapusan Asrama SMA 10 Samarinda

Share this article
Disdikbud Kaltim menepis adanya penghapusan asrama SMA 10 Samarinda tapi Kuotanya Dibatasi

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com–Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim terkait penghapusab asrama SMA 10 Samarinda mendapat sorotan dari warga terutama calon orang tua murid. Sebab kemungkinan  tenaga pengasuh asrama akan dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja oleh komite sekolah apabila adanya penghapusan asrama tersebut.

“Kami berharap dan berdoa masih ada kesempatan kebijakan untuk diubah terkait penghapusan asrama. Yang jelas pekerja seperti saya menjadi imbas. Banyak kebijakan yang perlu dipertimbangkan pengambil kebijakan di instansi terkait. Karena banyak siswa yang tinggal di asrama pelajar dari Kaltara dan Kutai Barat,” ujar Jupri selaku pengasuh SMA 10 Samarinda, Rabu (24/4/2024).

Dia bekerja sebagai pengasuh sejak awal Januari 2022. Ada beberapa teman sejak 2014 jadi pengasuh asrama saat itu masih aktif di Samarinda Seberang hingga saat ini. Alhamdulillah adanya pekerjaan sebagai pengasuh sangat membantu perekonomian keluarga. Perhatian SMA 10 Samarinda luar biasa kepada dirinya dan pengasuh asrama lainnya. “Di luar tugas pokok sebagai pengasuh ada honor tersendiri dari sekolah untuk saya. Seperti mengelola masjid hingga pengawas ujian para siswa,” ujarnya.

Fungsi pengasuh di asrama bukan sekadar datang, duduk dan diam. Tapi para pengasuh berfungsi sebagai penyambung orangtua siswa atau orangtua kedua siswa. “Kami membimbing, membangun adab dan karakter serta membiasakan disiplin bagi para siswa. Serta mengajari mengaji bagi siswa yang belum lancar mengajinya, membiasakan salat berjamaah bagi yang muslim dan ibadah bagi nonis,” imbuhnya.

Kepala SMA 10 Samarinda Fathur Rachim merespons kekisruhan, namun terkait penghapusan asrama tidak dapat berbuat banyak. Karena mengikuti pimpinan. Dalam hal ini tentunya kepala Disdikbud Kaltim. “Dengan terpaksa untuk melakukan pemutusan hubungan kerja pengasuh asrama akan dilakukan apabila dari keputusan dinas terkait penghapusan asrama sudah final. Saat ini saya menunggu hasil negosiasi komite dengan dinas. Apakah keputusan nanti dibatalkan atau dilanjutkan,” urainya.

Total pemutusan tenaga kerja yang murni dikelola komite saat ini ada 33 orang. Baik itu pengasuh asrama, perawat, keamanan, hingga petugas kebersihan.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kaltim Muhammad Kurniawan menegaskan, tidak ada penghapusan asrama. Namun, kuota dalam asrama dibatasi. “Tidak ada niat menghapuskan asrama. Namun, SMA 10 Samarinda diharapkan ikuti aturan yang ada. Intinya tidak ada penghapusan karena penerimaan di PPDB masih dibuka. Tapi untuk asrama terbatas,” jelasnya.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *