KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

DLHK Kukar Ajak Warga Tanam Pohon dan Kurangi Sampah Plastik di Taman Tanjong

44
×

DLHK Kukar Ajak Warga Tanam Pohon dan Kurangi Sampah Plastik di Taman Tanjong

Share this article
DLHK Kukar ajak masyarakat tanam pohon dan kampanye pengurangan sampah plastik dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup 2025 di Taman Tanjong, Tenggarong.

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar kegiatan aksi lingkungan di kawasan Taman Tanjong, Tenggarong, pada Minggu (8/6/2025).
Aksi ini bertujuan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif menjaga lingkungan melalui kegiatan tanam pohon, bersih-bersih area publik, hingga kampanye pengurangan sampah plastik. Selain itu, akan ada pertunjukan publik bertema ekologi yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian alam.
Menurut Kasubag Umum Ketatalaksanaan dan Kepegawaian DLHK Kukar, Lestary Yundari, kegiatan ini menekankan keterlibatan langsung masyarakat, bukan sekadar seremonial.
“Kami ingin Kukar bukan hanya bersih untuk hari ini, tapi juga tetap layak huni bagi generasi mendatang. Karena itu, kami dorong partisipasi warga secara langsung,” ujarnya, Kamis (5/6/2025).
Lestary menegaskan bahwa DLHK Kukar telah melalui serangkaian persiapan, termasuk rapat teknis dan koordinasi lintas sektor. Pihaknya menekankan bahwa keberhasilan acara ini diukur dari dampak lingkungan yang dihasilkan, bukan hanya dari kemeriahan kegiatan.
Pemilihan Taman Tanjong bukan tanpa alasan. Sebagai ruang terbuka hijau yang kerap menjadi pusat aktivitas warga saat car free day, lokasi ini dianggap strategis untuk menyampaikan pesan-pesan ekologis kepada publik secara luas.
Sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini, DLHK Kukar juga menggelar berbagai lomba edukatif bagi pelajar dengan tema gaya hidup minim sampah, daur ulang, dan pelestarian lingkungan sekitar.
“Anak-anak kita adalah pewaris masa depan. Kegiatan ini bisa menanamkan kesadaran ekologis sejak dini,” tambah Lestary.
Tak hanya pelajar, kegiatan ini juga melibatkan komunitas lokal dan organisasi lingkungan. Kerja sama ini diharapkan menciptakan gerakan berkelanjutan, bukan sekadar aksi sehari.
“Perubahan tak datang dari atas saja, tapi dari kita semua. Momentum Hari Lingkungan Hidup ini harus menjadi gotong royong ekologis,” pungkas Lestary.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *