Provinsi Kaltim

DPK Kaltim Siapkan Konsep Layanan Pinjam Buku Antar Daerah

71
×

DPK Kaltim Siapkan Konsep Layanan Pinjam Buku Antar Daerah

Share this article
Mengatasi keterbatasan stok buku DPK Kaltim membuat membuat suatu konsep layanan pinjam buku antar daerah

SAMARINDA,suarabalikpapan.com–Keterbatasan stok buku yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim membuat Kepala DPK Kaltim, HM Syafranuddin membuat suatu konsep Layanan Pinjam Buku Antar Daerah. “Konsep layanan tersebut untuk memudahkan masyarakat Kaltim untuk mendapatkan buku yang dicari di semua Perpustakaan yang ada di Kaltim,” ungkap Syafranuddin yang akrab dipanggil Ivan pada, Kamis (16/3/2023).

“Misalnya ada masyarakat di Samarinda meminjam buku jurnalistik, dicari disini ternyata tidak ada, tapi setelah kami bantu share ternyata ada di Perpustakaan Balikpapan, nah nanti dari pihak kami bisa membantu untuk mendapatkan buku tersebut, jadi masyarakat Samarinda tidak perlu lagi kesana,” terangnya.
Untuk mewujudkan konsep tersebut, DPK Kaltim akan merumuskan dan mengadakan MoU kepada pihak terkait, agar masyarakat di Kaltim semakin mudah untuk membaca buku. “Itu yang masih kami pikirkan dan akan mengadakan MoU, jadi memudahkan layanan dengan konsep seperti itu, secepatnya akan kita buat,” jelasnya.
Biaya Logistik Mahal
Untuk itu, dirinya akan menambah koleksi buku-buku yang ada di Kaltim, terutama daerah perbatasan Negara Indonesia-Malaysia, seperti di Kabupaten Mahakam Ulu. “Insya Allah di tahun ini kami akan meningkatkan buku-buku di kawasan perbatasan negara, kami barusan mengirimkan buku sebanyak 7000an buku  dari 700 judul untuk kawasan perbatasan yang tersebar di 3 perpustakaan desa,” ucapnya. Namun, masih ada kendala dalam pengiriman buku-buku tersebut, seperti biaya logistik atau transportasi yang sangat mahal.
Untuk itu, dirinya akan melakukan kerja sama dengan Pemerintah Desa dalam hal pengadaan buku dan biaya transportasinya. “Kami berharap, ada kerjasama dengan Pemdes bagaimana mengatasi ini, kami kan tidak ada punya dana transportasi, jadi nanti Pemdes tidak menggunakan dana deaa untuk pengadaan buku, tapi kami yang akan menyiapkan, sebagaj gantinya transportasi dia yang nanggung,” tutupnya.(sb-02/adv/dpk-kaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *