DPRD Balikpapan

DPRD Balikpapan Gelar RDP Membahas Kerusakan Rumah Ibadah dan Sekolah Akibat Proyek RDMP

121
×

DPRD Balikpapan Gelar RDP Membahas Kerusakan Rumah Ibadah dan Sekolah Akibat Proyek RDMP

Share this article
RDP DPRD Balikpapan dengan manajemen proyek RDMP membahas kerusakan rumah ibadah dan sekolah akibat proyek perluasan kilang Balikpapan

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen proyek Refinery Development Master Plant (RDMP) untuk pengembanganan kilang minyak Kota Balikpapan, di gedung parlemen Balikpapan, Senin (31/1/2022). RDP membahas kerusakan sekolah dan rumah ibadah di sekitar proyek pemerintah pusat tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi mengatakan, pertemuan kali ini menindaklanjuti hasil  sidak pihaknya  ke SMA Patra Darma dan sekolah GPIB. “Di sekitar proyek itu juga terdapat rumah ibadah. Jadi akibat pembakaran aspal membuat lingkungan sekitar terganggu.  Kami minta dicarikan solusi terbaik untuk masyarakat di kawasan tersebut,” pinta Ketua DPC PPP Kota Balikpapan ini.

Kepala SMA Patra Darma Gunadi mengatakan, selama adanya proyek RDMP ada saja warga mengalami kecelakaan. Ia meminta agar dibuatkan akses jalan masuk, penataan parkir, pembenahan drainase serta penataan untuk PKL.

Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah GPIB Suhartono, ia mengatakan, sebelum adanya proyek RDMP, jalan masuk sekolah mulus, tetapi sekarang hancur sehingga pengendara sering  mengalami kecelakaan. Selain itu sebagian pagar sekolah mengalami kerusakan.

Menanggapi hal itu, Manajemen RDMP Asep mengatakan, pihaknya telah melakukan tender untuk perbaikan rumah ibadah dan sekolah yang terdampak proyek RDMP. Lantaran adanya pandemi Covid-19 selama dua tahun membuat perbaikan sekolah dan rumah ibadah tersebut tertunda. “Kami meminta kepada pihak pengelola rumah ibadah dan sekolah untuk melakukan koordinasi dengan manajemen RDMP untuk menyelesaikan dampak proyek perluasan kilang tersebut,” ujar Asep.

Sementara itu, Ketua Komisi III Alwi Al Qadri mengatakan, seharusnya permasalahan ini sudah selesai dua tahun yang lalu sewaktu Komisi III melakukan pertemuan dengan Pertamina Balikpapan.  “Waktu itu, kami mengajukan dua opsi kepada Pertamina pertama  memperbaiki atau dihibahkan kepada Pemkot untuk kepentingan masyarakat serta buka tutup jalan seiring pelaksaaan proyek RDMP,” terangnya.

Untuk itu, Alwi mengaku menyesali berbagai fasilitas masyarakat tersebut belum dibenahi oleh Pertamina sehingga ada kesan dibiarkan. “Apabila tidak ada solusinya maka kami akan melakukan pertemuan dengan pimpinan Pertamina guna menanyakan realisasi perbaikan fasilitas sekolah dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan akibat proyek RDMP ini,” pungkasnya.(sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *