DPRD Kaltim

Elly Minta Kesejahteraan Nelayan Perlu Diperhatikan

150
×

Elly Minta Kesejahteraan Nelayan Perlu Diperhatikan

Share this article
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Selain bertani, mata pencaharian sebagian masyarakat yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara bergantung dari hasil kekayaan di laut maupun sungai. Akan tetapi, produksi ikan yang diperoleh para nelayan ini sangatlah minim. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kaltim Ely Hartati Rasyid mengatakan, hampir 90 persen masyarakat di Kutai Kartanegara berprofesi sebagai nelayan yang mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Di Hulu Mahakam, Muara Muntai, Daerah Danau, Melintang, Enggelam, Semayang, Tubuhan dan Jempang Jantur, hampir 90 persen masyarakatnya nelayan,” ungkapnya.
Disinggung soal kesejahteraan nelayan di Provinsi Kaltim terutama Kutai Kartanegara. Ia merasa bahwa kesejahteraan para nelayan harus benar-benar diperhatikan. Sebab, mata pencaharian mereka bergantung pada ikan yang didapatkan sehari-hari. Menurut politikus PDI Perjuangan ini, wajib bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk memberikan fasilitas dan beberapa hal yang dapat menggenjot pendapatan para nelayan.
“Pemerintah kita kan punya kewajiban untuk memfasilitasi mereka, supaya para nelayan ini bisa lebih mandiri lagi,” jelasnya belum lama ini.
Seharusnya Pemerintah Provinsi Kaltim bisa aktif memberikan arahan maupun sosialisasi dan pembinaan pada para nelayan. Misalnya, memberikan pemahaman betapa pentingnya mengutamakan kelestarian ekosistem laut maupun sungai beserta sumber dayanya.
“Pemerintah harus memberikan pembinaan untuk menggenjot produksi para nelayan ini. Dan, mengarahkan bagaimana menangkap ikan tapi sirkulasi kehidupannya tetap dijaga,” tuturnya.
Wanita kelahiran Tenggarong ini menegaskan bahwa para nelayan harus benar-benar peduli dan menjaga lingkungan serta ekosistem laut. Mereka harus menggunakan cara-cara yang sifatnya lebih ramah lingkungan ketika ingin mendapatkan ikan.
“Kasih pemahaman kepada mereka bahwa kita nggak boleh main racun. Kalau misalnya hari ini ngebom ikan dan menghasilkan ikan lewat racun, besok kan nggak ada dapatikan lagi,” tegasnya.(adv/sb-01)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *