TENGGARONG,suarabalikpapan.com — Festival Erau Adat Kutai 2025 kembali digelar dengan kemasan lebih meriah. Selain menjadi agenda budaya tahunan Kesultanan Kutai, event ini juga diproyeksikan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) sebagai etalase pariwisata yang mampu menarik perhatian nasional.
Plt. Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Ivan Ahmad, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus dalam promosi Erau 2025. Salah satunya dengan memperluas jangkauan promosi, tidak hanya kepada publik dan wisatawan, tetapi juga pejabat pemerintah pusat.
“Undangan resmi sudah kami layangkan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Meski Kesultanan Kutai juga mengirimkan undangan, Pemkab melalui Dispar tetap menyampaikan undangan resmi sebagai prosedur pemerintahan,” jelas Ivan, Kamis (4/9/2025)
Ia menilai, kehadiran pejabat pusat di Erau akan memberikan semangat lebih sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
“Kehadiran mereka sangat penting, karena bisa meningkatkan perhatian terhadap potensi budaya Kukar,” tambahnya.
Lebih dari sekadar prosesi adat, promosi Erau 2025 juga dikemas bersama paket wisata budaya Kukar. Para wisatawan yang datang nantinya tidak hanya bisa menyaksikan ritual adat khas Kesultanan Kutai, tetapi juga menikmati pertunjukan seni, wisata alam, hingga destinasi sejarah di sekitar Tenggarong.
“Kami ingin pengunjung mendapatkan pengalaman lengkap. Jadi, Erau bukan hanya ritual, tapi juga festival budaya dan wisata yang memberi kesan mendalam,” ujar Ivan.
Erau 2025 dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 28 September mendatang. Selama sembilan hari, berbagai agenda adat dan seni akan disuguhkan, mulai dari belimbur, tari massal, hingga kirab budaya. Seluruhnya dikolaborasikan dengan promosi destinasi wisata yang ada di Kukar.
Ivan optimistis dengan strategi promosi yang lebih agresif, Erau tahun ini akan menjadi momentum besar dalam memperkenalkan Kukar sebagai daerah yang kaya budaya sekaligus memiliki daya tarik wisata.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kukar tidak hanya punya identitas budaya yang kuat, tetapi juga destinasi wisata yang menarik untuk semua kalangan,” pungkasnya. (adv)
Erau 2025 Siap Jadi Panggung Budaya dan Wisata Terbesar di Kukar












