Kabupaten Paser

Fahmi : 2022, Pendapatan Daerah Paser Mencapai Rp3,02 Triliun 

42
×

Fahmi : 2022, Pendapatan Daerah Paser Mencapai Rp3,02 Triliun 

Share this article
Bupati Kabupaten Paser dr Fahmi Fadli

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Bupati Paser dr.Fahmi Fadli menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2022 dalam rapat paripurna di Gedung Paripurna DPRD Paser, Selasa (28/3/2023).

Penyampaian LKPj ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, dan ditindak lanjuti dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Diketahui pada Pasal 18 ayat 1 Permendagri ini, disebutkan bahwa Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban disampaikan oleh Kepala Daerah dalam rapat Paripurna DPRD yang dilakukan 1 kali dalam 1 tahun, paling lambat 3 bulan setelah Tahun Anggaran berakhir.
Bupati Paser dalam penyampaian LKPj 2022 mengatakan, LKPj ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menyampaikan visi Paser MAS, atau Maju, Adil dan Sejahtera, yang dijabarkan dalam 4 misi yakni, mewujudkan perekonomian daerah yang mandiri dan berdaya saing, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien melalui pemerintahan yang profesional, partisipatif dan transparan, mengurangi ketimpangan antar wilayah melalui peningkatan aksesibilitas infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing.
“Laporan ini disusun dalam 2 buku yaitu naskah pidato yang merupakan pengantar laporan, dan buku kedua adalah berisi materi laporan berupa gambaran hasil penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan dan pelayanan kepada,” kata Bupati Paser disela-sela kegiatan.
Bupati Paser melanjutkan, pada Tahun 2022 APBD Kabupaten Paser telah ditetapkan sebesar Rp2,7 triliun lebih, lalu mengalami kenaikan pada APBD-Perubahan sebesar Rp 226 miliar lebih atau kenaikan 7,72 persen. Sehingga total APBD-Perubahan Kabupaten Paser tahun anggaran 2022 sebesar Rp2,9 triliun lebih.
“Secara garis besar kegiatan yang telah dilaksanakan Pemkab Paser, yakni berupa pengelolaan pendapatan dan belanja, maupun hal-hal lainnya,” jelasnya.
Dijelaskan untuk pendapatan dalam APBD tahun 2022 direncanakan sebesar Rp2,54 triliun lebih kemudian dapat direalisasikan Rp3,02 triliun  lebih atau sekitar 118,78 persen. Realisasi pendapatan tersebut diantaranya pendapatan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah, (PAD) yang direncanakan sebesar Rp170,96 miliar lebih dan terealisasi sebesar Rp 135,35 miliar lebih atau sekitar 79,17 persen. Selanjutnya pendapatan diperoleh dari pendapatan transfer yang direncanakan sebesar Rp2,37 triliun lebih, dan telah terealisasi sebesar Rp2,89 triliun lebih atau 121,80 persen.
“Sedangkan untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah, ditargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp4 miliar dan terealisasi sebesar Rp868 juta lebih atau 21,72 persen,” bebernya.
Untuk belanja daerah kata Fahmi, yang merupakan pengeluaran Pemkab Paser Tahun Anggaran 2022 dianggarkan sebesar Rp2,91 triliun lebih dan yang dapat direalisasikan sebesar Rp2,54 triliun lebih atau terserap sebesar 87,02 persen dari rencana dengan rincian yakni belanja operasi dianggarkan Rp2,06 triliun lebih, terealisasi Rp1,81 triliun lebih atau 87,66 persen dari rencana. Selanjutnya belanja modal dianggarkan Rp521,67 miliar  lebih, terealisasi sebesar Rp437,72 miliar lebih atau 83,91 persen dari anggaran yang direncanakan, sedangkan untuk Belanja Tidak Terduga dianggarkan Rp6 miliar, terealisasi sebesar Rp1,96 miliar lebih atau 32,71 persen dari anggaran yang direncanakan.
“Untuk belanja transfer dianggarkan Rp323,08 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp287,37 miliar lebih atau 88,95 persen dari anggaran yang direncanakan,” ujarnya. Sedangkan untuk pembiyaan daerah atau pembiayaan neto kata Fahmi sebesar Rp371,69 milia dengan realisasi sebesar Rp375,69 miliar atau 101,08 persen. Pembiayaan daerah ini dibagi menjadi penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. “Penerimaan pembiyaan dianggaran sebesar Rp383,19 miliar lebih dan realisasinya sama yaitu sebesar Rp383,19 miliar lebih dan pengeluaran pembiyaan dianggaran sebesar Rp11,5 miliar dan realisasinya sebesar Rp7,5 miliar atau 65,22 persen,” jelasnya.
Menurutnya berbagai prestasi dan kekurangan selama tahun 2022 yang telah dituangkan dalam LKPJ ini, diharapkan akan menjadi awal kesepahaman untuk mengarahkan cara pandang perbaikan kedepan. Capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang dijelaskan dalam LKPJ ini, sesungguhnya merupakan kinerja bersama antara semua pihak, karena prosedur yang berlaku sesuai dengan norma yang telah disepakati dan dijalani bersama sebagaimana tertuang dalam APBD Kabupaten Paser. Beberapa kekurangan yang ada harus segera diatasi dan dibenahi bersama.
“Kurang terpenuhinya seluruh aspirasi masyarakat maupun persoalan-persoalan yang timbul, bukan karena tidak atau kurang memperhatikan aspirasi masyarakat, tetapi semata-mata hanya keterbatasan sumber daya dan sumber dana,” imbuhnya.
Fahmi menambahkan, memang disadari, bahwa tidak semua permasalahan dapat diselesaikan secara tuntas dalam waktu yang singkat. oleh karena itu, ia minta Dewan yang terhormat dan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Paser kiranya bersedia memberikan penilaian yang objektif terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan selama Tahun Anggaran 2022 yang lalu.
“Insya Allah, penilaian yang objektif akan memberikan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam rangka upaya kita bersama-sama memberikan yang terbaik bagi masyarakat di daerah ini,” tambahnya.(sb-06/adv/kominfo-psr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *