KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Festival Nutuk Beham 2025, Warisan Budaya Kutai yang Terus Dilestarikan di Tengah Arus Globalisasi

24
×

Festival Nutuk Beham 2025, Warisan Budaya Kutai yang Terus Dilestarikan di Tengah Arus Globalisasi

Share this article
Festival Nutuk Beham 2025 di Desa Kedang Ipil, Kutai Kartanegara, menjadi simbol pelestarian budaya lokal.

TENGGARONG,suarabalikpapan.com — Festival Budaya Kutai Adat Lawas “Nutuk Beham” kembali digelar dengan meriah di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara. Acara tahunan ini secara resmi ditutup oleh Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, pada Minggu, (11/5/2025).
Festival Nutuk Beham bukan sekadar pertunjukan budaya. Ia merupakan ritual adat sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kutai Adat Lawas, menjadikannya sebagai bagian integral dari identitas kolektif dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Selama empat hari pelaksanaan, festival ini menghadirkan beragam prosesi adat, pertunjukan budaya, hingga seremoni spiritual yang menyedot perhatian pengunjung dan masyarakat sekitar.
Penutupan festival berlangsung khidmat. Ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Edi Damansyah, acara ini juga disertai penyerahan piagam penghargaan kepada para tokoh adat dan pemerintah desa. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya leluhur.
Dalam sambutannya, Bupati Edi menyatakan bahwa Festival Nutuk Beham merupakan bagian penting dari mozaik budaya Kutai yang harus dijaga bersama.

“Budaya seperti Nutuk Beham bukan sekadar seremoni, tetapi mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kebijaksanaan lokal yang tetap relevan hingga saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa budaya lokal adalah fondasi jati diri masyarakat, dan pelestariannya menjadi tantangan di tengah arus globalisasi yang kian deras.
Lebih lanjut, Edi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya berbasis masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program unggulan Kukar Kaya Festival (KKF), yang dirancang untuk menghidupkan festival budaya di setiap kecamatan.
Program ini tak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah.
“Keterlibatan pemuda sangat penting agar nilai-nilai luhur dalam tradisi tidak hilang ditelan zaman. Budaya adalah kekuatan kita. Nutuk Beham adalah warisan berharga, dan tugas kita semua untuk melestarikannya,” tegasnya.
Festival Nutuk Beham menjadi simbol nyata dari kekuatan budaya lokal yang masih hidup dan terus tumbuh. Di tengah derasnya arus modernisasi, kehadiran tradisi ini menjadi pengingat bahwa kearifan lokal adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *