KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

FPK Tenggarong Diresmikan, Kukar Dorong Komunikasi Antar Suku dan Wawasan Kebangsaan

37
×

FPK Tenggarong Diresmikan, Kukar Dorong Komunikasi Antar Suku dan Wawasan Kebangsaan

Share this article
Pemkab Kukar resmi mengukuhkan Pengurus FPK Kecamatan Tenggarong 2024–2029. FPK diharapkan mampu memperkuat komunikasi antar suku dan menjaga stabilitas sosial di masyarakat majemuk.

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Tenggarong untuk masa bakti 2024–2029. Acara pengukuhan sekaligus kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan ini digelar pada Selasa, (17/6/2025) di Gedung BPU Kecamatan Tenggarong.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, menegaskan bahwa FPK memiliki peran strategis dalam menciptakan stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat yang multikultural. Tenggarong, yang dihuni oleh beragam etnis dan latar belakang budaya, membutuhkan ruang komunikasi yang inklusif dan kolaboratif.
“Forum ini bukan hanya wadah komunikasi antar suku, tetapi juga sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah serta pemberi masukan atas isu sosial yang berkembang. Tiga fungsi ini sangat vital di tengah keragaman masyarakat,” kata Rinda.
Rinda juga menyampaikan bahwa keragaman budaya yang tidak dikelola secara bijak berpotensi menimbulkan gesekan sosial. Oleh karena itu, kehadiran FPK harus dimaksimalkan sebagai perekat sosial yang menguatkan nilai kebangsaan.
Dalam hal pendanaan, pihak Kesbangpol telah mengusulkan alokasi anggaran langsung untuk mendukung lembaga kemasyarakatan tingkat kecamatan. Setiap unsur seperti MPK, MPPK, dan PKJ akan mendapatkan dana sebesar Rp25 juta.
“Dana ini bisa digunakan untuk mendukung kegiatan seperti diskusi kebangsaan, pertemuan antar komunitas, serta pelatihan kapasitas kelembagaan,” jelasnya.
Selain itu, anggaran juga mencakup tiga komponen utama yang difasilitasi melalui KPPI, yakni konsumsi kegiatan, perlengkapan ATK untuk dokumentasi dan publikasi, serta biaya transportasi—khususnya untuk menjangkau desa-desa terpencil seperti Bendang Raya.
Sementara itu, Sekretaris Camat Tenggarong, Syukur Budi Eko Santoso, memberikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa keberagaman di Tenggarong harus menjadi kekuatan untuk memperkuat persatuan.
“Forum ini jangan hanya jadi kegiatan seremonial, tapi harus aktif menjaga keharmonisan sosial,” tegas Syukur.
Ia juga menekankan pentingnya menggali potensi lokal, termasuk makanan khas daerah, sebagai strategi memperkuat identitas masyarakat dan membuka peluang ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Kuliner lokal bukan sekadar identitas, tapi bisa jadi nilai ekonomi yang kita angkat bersama,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Syukur mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, untuk terus membangun komunikasi yang sehat dan terbuka dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial.
“Jika ada isu muncul, mari kita selesaikan dengan dialog dan kepala dingin. Kita ingin Tenggarong tetap damai, inklusif, dan harmonis,” tutupnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *