Provinsi Kaltim

Gubernur Kaltim Tawarkan Peluang Investasi dan Hilirisasi Industri kepada Perwakilan Dagang Taipei

53
×

Gubernur Kaltim Tawarkan Peluang Investasi dan Hilirisasi Industri kepada Perwakilan Dagang Taipei

Share this article
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menerima kunjungan Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei. Dalam pertemuan tersebut, Kaltim menawarkan peluang investasi sektor kelapa sawit, pertanian, perikanan, hingga pariwisata.

SAMARINDA,suarabalikpapan.com – Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud, yang akrab disapa Harum, menerima kunjungan resmi Kepala Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei, Bruce Chen Jung Hung, beserta 12 delegasi dari Kantor Dagang Cina. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Gubernur Kaltim, Samarinda, pada Jumat (16/5/2025).
Didampingi Wakil Gubernur H. Seno Aji dan Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, Gubernur Harum menyambut hangat kedatangan delegasi dan menyampaikan bahwa Kalimantan Timur sangat terbuka terhadap peluang investasi dari mitra internasional, terutama di sektor-sektor strategis.
“Selamat datang di Benua Etam, Kalimantan Timur, Mr. Bruce Chen dan rombongan,” ujar Harum dalam sambutannya.
Gubernur Harum menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, menjadi modal besar dalam menarik investasi. Salah satu sektor yang sangat potensial adalah industri kelapa sawit. Saat ini, luas perkebunan kelapa sawit di Kaltim mencapai 3,5 juta hektare, dengan sekitar 1,5 juta hektare sudah memasuki masa produksi.
“Kami membuka peluang pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) untuk memproduksi CPO hingga pengembangan industri hilir seperti biodiesel dan produk turunan lainnya,” jelas Harum.
Selain CPO, potensi lain dari kelapa sawit adalah pemanfaatan kernel (biji sawit) yang dapat diolah menjadi palm kernel oil (PKO). Produk ini digunakan dalam industri makanan, oleokimia, hingga kosmetik. Limbah sawit seperti jangkos pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku fiber.
Gubernur Harum juga menyinggung peluang industri perkayuan yang meski produksinya mulai menurun, tetap memiliki potensi investasi yang menjanjikan, terutama karena kayu-kayu dari Kaltim masih harus dikirim jauh ke luar daerah, seperti ke Riau.
Tak hanya itu, sektor perkapalan (shipping) dan perikanan juga ditawarkan kepada delegasi Taipei sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur dan logistik di wilayah timur Indonesia.
Dalam upaya diversifikasi ekonomi, Harum turut menawarkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus investasi masa depan. Ia menyarankan agar delegasi Taipei mengunjungi destinasi unggulan seperti Pulau Maratua dan Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau.
“Kalau belum ke Maratua atau Derawan, berarti belum benar-benar ke Kaltim. The view is very very exotic,” ujar Gubernur Harum mengakhiri pertemuan dengan semangat.(SB-02/ADV/DISKOMINFO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *