DPRD Balikpapan

H. Yusri Soroti PJU, Bacitra, dan Depo Kontainer sebagai Prioritas Program Dishub Balikpapan 2026

289
×

H. Yusri Soroti PJU, Bacitra, dan Depo Kontainer sebagai Prioritas Program Dishub Balikpapan 2026

Share this article
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan H. Yusri

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com — Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan memaparkan secara rinci program dan rencana kerja tahun 2026.
Menurut Yusri, sebagai mitra kerja DPRD, pihaknya ingin mengetahui prioritas yang akan dijalankan, mulai dari Penerangan Jalan Umum (PJU), pengembangan Balikpapan City Trans (Bacitra), pembangunan Depo Kontainer, hingga penguatan budaya berlalu lintas tanpa klakson.
“Peningkatan PJU menjadi perhatian utama karena masih ada sejumlah titik di Balikpapan yang memerlukan penerangan optimal,” kata Yusri, Kamis (12/2/2026).
Selain itu, Dishub juga merencanakan penambahan armada Bacitra. Saat ini, Bacitra beroperasi dengan 19 unit, dan rencananya akan ditambah lima unit, sehingga total armada menjadi 24 unit.
Yusri menekankan pentingnya pembangunan Depo Kontainer, yang dirancang sebagai pusat logistik untuk penyimpanan dan pengelolaan kontainer kosong. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di pelabuhan sekaligus memperkuat rantai pasok lokal.
“Rencana Depo Kontainer sebenarnya sudah diusulkan sejak hampir 15 tahun lalu. Kini, dengan lokasi yang telah direncanakan di KM 5,5 Balikpapan Utara, kami berharap proyek ini bisa terealisasi,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Komisi III juga mendorong penguatan budaya berlalu lintas tanpa klakson, yang menjadi ciri khas masyarakat Balikpapan. Yusri menambahkan, hal ini mendapat apresiasi di berbagai forum nasional.
“Kenyamanan berlalu lintas harus terus dijaga agar seluruh warga merasakannya, sejalan dengan visi Smart City dan program Balikpapan Connecting (B-Connect),” tegas Yusri.
Tertib lalu lintas adalah kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan, rambu, dan marka sesuai UU No. 22 Tahun 2009 untuk menciptakan keamanan dan keselamatan bersama. Kunci utamanya meliputi memiliki SIM/STNK, menggunakan helm/sabuk pengaman, mematuhi lampu merah, tidak melawan arus, serta tidak menggunakan HP. Budaya ini penting untuk mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *