Kabupaten Paser

Hebat! Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemkab Paser Peringkat Empat Se-Kalimantan

79
×

Hebat! Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemkab Paser Peringkat Empat Se-Kalimantan

Share this article
Pelaksanaan High Level Meeting Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Ballroom Swiss Bel-Hotel Balikpapan yang dihadiri Bupati Paser Fahmi Fadli dan Wabup Syarifah Masitah Assegaf

TANA PASER,suarabalikpapan.com- Transaksi keuangan secara digital atau nontunai di Kabupaten Paser cukup baik. Pasalnya, skor Indeks Elektronitifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebesar 90,8 persen atau jauh meningkat dibandingkan Semester II/2022 sebesar 77,4 persen atau dalam tahap maju.

“Penerapan transaksi nontunai menjadi salah satu cara dalam mengelola keuangan negara dengan akuntabel, efektif dan efisien,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, R Bambang Setyo Pambudi pada acara High Level Meeting Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Ballroom Swiss Bel-Hotel Balikpapan, pada Kamis (11/8/2022).

Hasil tersebut sesuai rilis Satgas Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah  (P2DD) pada Semester I/2022, Perwakilan BI Balikpapan. “Dengan pencapaian ini, dapat kami sampaikan bahwa Kabupaten Paser menduduki peringkat ketiga Kalimantan Timur setelah Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Jika dibandingkan dengan 56 Kabupaten/Kota lain Se-Kalimantan , Kabupaten Paser menempati peringkat keempat,” kata Bambang.

Dengan adanya capaian tersebut Bupati Paser Fahmi Fadli sangat senang dan bangga atas capaian serta perluasan digitalisasi berjalan dengan baik dan lancar sehingga Paser dapat mencapai itu semua. Namun ia tetap menekankan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar benar-benar memanfaatkan sistem digitalisasi yang telah disiapkan oleh Pemkab Paser. “Sistem di OPD sudah ada, tapi operator tidak berjalan dengan baik. Harapan saya dengan mengikuti HLM TP2DD mereka benar-benar paham dan bekerja dengan baik,” kata Fahmi.

Fahmi berharap setelah kegiatan ini, pelaksanaan transaksi digital di Kabupaten Paser semakin baik. “Selain mengurangi kebocoran, digitalisasi ini dapat meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Menurutnya perbandingan antara  manual dan nontunai yakni 10 kali lipat, oleh karena itu, ia menekankan kepada seluruh OPD agar dapat melakukan perluasan digitalisasi yang ada di Paser. Perkembangan digital perlu disikapi oleh semua pihak pasalnya pada era globalisasi mau tidak mau harus diikuti, mengingat hampir segala aktivitas sekarang ini semuanya memerlukan akses menggunakan teknologi. “Jika dikaitkan dengan kondisi pandemi Covid 19 program digitalisasi tentu juga merupakan suatu solusi,” jelasnya.

Program digitalisasi kata Fahmi dapat, mengurangi resiko penularan Covid-19 maupun virus lainnya dengan melakukan segala transaksi keuangan atau jual beli menggunakan metode pembayaran nontunai. Percepatan dan perluasan digitalisasi memiliki manfaat untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan negara. “Pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi di pusat dan daerah, inklusivitas ekonomi di pusat dan daerah, serta pemerataan kesejahteraan,” paparnya.

Fahmi menambahkan, untuk menumbuhkan kualitas pelayanan publik baik kecepatan transaksi keuangan, transparansi, serta mencegah kebocoran pelayanan publik tentunya dengan digitalisasi. “Jadi mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan digital,” aku Fahmi.

Kegiatan ini juga dihadiri, Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Paser Adi Maulana, Pemimpin Bankaltimtara KC Tana Paser Yudhi Susatyo, serta seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Paser.(adv/sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *