SAMARINDA,suarabalikpapan.com–Tingkat literasi yang tinggi, mendorong manusia pada kegiatan produktif. Imbasnya adalah manfaat sosial, ekonomi hingga kesejahteraan. Pada 2021, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Samarinda 15,45 persen dengan rata-rata nasional 13,54 persen. Secara umum, indeks literasi masyarakat Kaltim berada di peringkat empat nasional. Sedangkan pada regional Kalimantan, menduduki posisi pertama. Indikator yang dinilai yakni kecakapan membaca, budaya membaca, akses Internet, dan akses perpustakaan. Dengan skor 46,01 untuk Kaltim di tingkat nasional. Sedangkan tiga provinsi lain di atas Kaltim berada pada skor di atas 50, dan masuk kategori sedang.
Hebat! Indeks Pembangunan Literasi Samarinda di Atas Nasional
Plt Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Deni Kurniadi menyebut, jika indeks literasi terus meningkat kian tahun. Pada 2024 ditargetkan angkanya menjadi 71. Termasuk dengan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
“Merupakan perubahan inovasi dari Perpustakaan Nasional RI. Untuk penguatan literasi masyarakat dan pemerataan informasi dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Disampaikan Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando dalam acara yang sama, jika literasi mestinya berdampak dan berada di tingkatan memiliki kemampuan memproduksi barang atau jasa. Dan dapat digunakan dalam kompetisi global.
“Jadi konsumen, bukan produsen. Sumber daya manusia (SDM) unggul. Ada lima tingkatan literasi, mulai bisa baca tulis, hitung, dan pembentukan karakter di tingkat SD hingga tingkat teratas menjadi produsen,” bebernya.
Syarif menegaskan, jika literasi bukan sekadar pandai baca tulis. Namun, mesti dipahami jika literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu tertentu. Yang dapat diimplementasikan dengan inovasi dan kreativitas untuk memproduksi barang atau jasa. Peningkatan akses literasi terus digalakkan. Termasuk pegiat baik Gerakan Permasyarakatan Minat Baca (GPMB), Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan berbagai kegiatannya. Peningkatan indeks literasi yang terus meningkat, menjadi landasan pengembangan SDM yang juga berbanding lurus.
“Untuk kategori tingkat kegemaran membaca, Samarinda berada di angka 57,50 pada 2020 dan tahun lalu 60,52. Sedangkan rata-rata nasional yaitu di skor 50,92. Harapannya bisa terus naik, dengan fasilitas dan akses yang semakin dipermudah. Ditambah gerakan-gerakan dari pegiat di masyarakat,” lanjut Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso yang juga ketua GPMB Samarinda.
Perpustakaan diharapkan menjadi ruang bagi pemberdayaan masyarakat sebagai upaya pembangunan masyarakat yang mandiri dalam memecahkan masalah, khususnya di daerah. Tak sekadar gudang buku, namun juga beralih menjadi pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.(sb-02/adv/dpk-kaltim)












