
TANA PASER,suarabalikpapan.com-Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari, dari Fraksi Golkar menggelar reses Masa Sidang III/2022, pada empat desa di Kecamatan Pasir Belengkong, meliputi Desa Olong Pinang, Desa Suliliran Baru, Desa Suatang serta Desa Damit. Reses digelar 6 sampai 11 Juni 2022, dihadiri tokoh masyarakat serta kelompok tani di desa tersebut.
Ikhwan mengatakan, agenda reses merupakan agenda wajib dilaksanakan oleh anggota DPRD sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat, sehingga upaya pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah dapat terlaksana dengan tepat sasaran melalui pokok-pokok pikiran (pokir). Dari hasil reses di empat desa tersebut hampir semua titik reses memiliki permasalahan yang sama diantaranya sulitnya akses jalan bagi para petani, kurangnya alat pertanian, pengadaan bibit pertanian serta ternak. Tak hanya itu perlunya ada perbaikan jalan lingkungan, jembatan serta bantuan untuk masjid dan musala. “Dari empat desa tersebut mereka juga memohon peningkatan kesejahteraan bagi para guru mengaji yang mengajar di TPA,” kata Ikhwan, kepada media ini, Jumat (10/6/2022)
Ikhwan melanjutkan, sarana air bersih juga merupakan permasalahan yang harus menjadi prioritas, seperti di Desa Suliliran Baru memohon untuk pipanisasi PDAM bisa masuk. Pasalnya jika musim kemarau sangat susah mencari sumber air. Sedangkan di Desa Suatang meminta adanya sarana air bersih untuk jangka pendek, masyarakat meminta dibangunkan sumur bor serta pipanisasi PDAM. “Jadi kendala di dua desa tersebut adalah ketersediaan air bersih karena jika kemarau datang sangat susah mendapatkan air bersih,” jelasnya.
Dari ke empat desa tersebut kata Ikhwan, masyarakat memohon agar dapat dibangunkan tower telekomunikasi terutama di titik wilayah blok TSM yang benar-benar mengalami blankspot. “Permasalahan ini sudah beberapa tahun terakhir kami sampaikan ke OPD terkait melalui hasil reses kami, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya, kami berharap dinas terkait dapat segera merealisasikannya. Apa lagi Desa Suatang tidak terlalu jauh juga dari pusat pemerintahan kabupaten aksesnya pun sangat mudah dijangkau,” ujarnya.
Ia mengaku, dari reses sebelumnya beberapa aspirasi masyakarat telah banyak yang terealisasikan seperti jalan usaha tani di Desa Mengkudu, Desa Tampakan, Desa Kerang Dayo, Desa Petangis maupun jalan lingkungan telah terealisasikan. Bantuan sarana alat pertanian juga telah disalurkan di beberapa kelompok tani serta pembangunan jalan lingkungan di Desa Suliliran Baru. Sedangkan untuk reses kali ini akan tampung untuk dijadikan pokok-pokok pikiran (pokir) untuk masukan dalam penyusunan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024.
“RKPD 2023 sudah berakhir di bulan Maret kemarin sehingga hasil beberapa reses akan dijadikan bahan penyusunan RKPD Tahun 2024 yang prosesnya akan dibuka pada Januari-Maret 2023, terutama usulan-usulan yang menjadi skala prioritas,” pungkasnya.(sb-06)












