Provinsi Kaltim

Jauhari Tegaskan Literasi Mampu Meningkatkan Rasa Percaya Diri

167
×

Jauhari Tegaskan Literasi Mampu Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Share this article
Kasi Pembelajaran Peserta Didik SMP Disdikbud Kabupaten Paser Jauhari

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung serta memecahkan masalah atau literasi sangat penting bagi masyarakat, terutama para anak muda selaku generasi penerus bangsa. Demikian diungkapkan Kasi Pembelajaran Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Jauhari, kepada media ini, Kamis (4/5/2023).

Menurutnya, upaya untuk meningkatkan literasi perlu adanya peran sejumlah pihak, diantaranya Disdikbud, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, pihak desa, lembaga GPMB, kampung dongeng, mitra pembangunan pendidikan Tanoto Fondation serta yang terpenting adalah peran orang tua sebagai guru pertama anaknya.
“Jadi dalam meningkatkan literasi tersebut harus banyak pihak yang membantu tak hanya dari dinas terkait maupun lembaga tertentu,” kata Jauhari.
Dijelaskannya, literasi merupakan suatu kemampuan dalam menggunakan bahasa serta gambar yang beragam untuk membaca, menulis, mendengarkan, berbicara, melihat serta berpikir kritis terhadap ide-ide secara efektif. Literasi juga sangat penting bagi setiap individu sebagai sarana untuk mengembangkan kepribadian seseorang secara mandiri.
“Individu juga bisa berpartisipasi aktif sebagai masyarakat dengan kemampuan untuk mengakses, mengelola, membuat serta mengevaluasi informasi, berfikir secara imajinatif dan juga analitis yang menghubungkan pemikiran atau ide dengan cara yang efektif,” jelasnya.
Dalam menerapkan segala ilmu pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki, kata Jauhari, literasi juga mengajarkan bagaimana cara mengembangkan rasa kepercayaan terhadap kemampuan yang dimiliki oleh diri sendiri dan meningkatkan minat dalam pembelajaran seumur hidup. Begitu pentingnya literasi dalam kehidupan masyarakat, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi, khususnya para peserta didik sebagai generasi penerus.
“Komitmen dari sekolah untuk menyiapkan bahan bacaan harus disesuaikan dengan pembacanya, misalkan anak SD, bahan bacaan buku dongeng atau yang bergambar. SMP disediakan buku fiksi dan tidak terpaku dengan buku non fiksi atau ilmiah,” ujarnya.
Menurutnya selain menyiapkan bahan bacaan, sekolah juga perlu menyediakan ruang baca atau perpustakaan, taman literasi, serta gazebo di taman untuk membaca yang representatif, layak, dan nyaman untuk pemustaka. Peran orang tua di rumah juga demikian, menyediakan fasilitas buku, tempat baca di rumah dan yang paling penting adalah keteladanan. Jika disekolah yang memberi contoh adalah guru, sedangkan di rumah dari orang tua, ini merupakan upaya untuk meningkatkan literasi.
“Saat ini Disdikbud juga berupaya membuat kegiatan lomba yang berkaitan dengan literasi, seperti lomba bercerita, lomba berpidato, dan mendongeng, ini juga akan merangsang minat anak untuk membaca,” kata Jauhari.
Jauhari menambahkan, untuk mewujudkan niat tersebut tanpa terkecuali sampai di desa pedalaman. Setiap desa ada SD dan setiap kecamatan minimal ada satu SMP. Peran sekolah bisa menjadi salah satu penunjang untuk meningkatkan minat baca selain perpustakaan keliling.
Ia pun meyakini bahwa di sekolah pasti ada buku, karena dalam kebijakan penggunaan dana sekolah harus membeli buku untuk keperluan peningkatan literasi peserta didik dengan anggaran dana BOS. “Dengan adanya itu, satuan pendidikan di pedalaman bisa bergerak untuk meningkatkan minat baca para peserta didik,” tambahnya.(sb-06/adv/dpk-kaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *