Kota Balikpapan

Job Fair Balikpapan 2026 Digelar di BSCC Dome Juli, Disnaker Targetkan Serap Ribuan Pencari Kerja

3
×

Job Fair Balikpapan 2026 Digelar di BSCC Dome Juli, Disnaker Targetkan Serap Ribuan Pencari Kerja

Share this article
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Balikpapan Adamin Siregar

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan menyiapkan pelaksanaan Job Fair 2026 yang rencananya digelar pada Juli 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.
Kegiatan ini bertujuan mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja sekaligus membantu mengurangi jumlah pengangguran di Kota Balikpapan.
Pelaksana Tugas Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi dengan berbagai perusahaan agar lebih banyak lowongan kerja tersedia dalam kegiatan tersebut.
“Saat ini kami masih konsultasi dan koordinasi dengan sejumlah perusahaan agar lowongan kerja yang tersedia bisa lebih banyak. Job fair rencana akan dibuka di Dome,” ujar Adamin, Senin (9/3/2026).
Disnaker mengimbau para pencari kerja yang ingin mengikuti job fair untuk terlebih dahulu mendaftarkan diri dan mengurus kartu pencari kerja atau AK-1 sebagai salah satu persyaratan administrasi.
Menurut Adamin, pada umumnya job fair dapat diselenggarakan dua kali dalam setahun. Namun pada 2026, Disnaker hanya merencanakan satu kali pelaksanaan.
“Biasanya dalam setahun bisa dua kali, tetapi tahun ini direncanakan satu kali saja pada Juli 2026 di Dome Balikpapan,” jelasnya.
Meski hanya menggelar satu job fair tahun ini, Disnaker tetap rutin menyebarkan informasi lowongan kerja melalui media sosial resmi instansi tersebut.
Lowongan kerja bahkan diumumkan secara berkala setiap minggu agar masyarakat tidak harus menunggu kegiatan job fair.
“Kebutuhan tenaga kerja tidak harus menunggu job fair. Setiap minggu atau setiap bulan selalu ada kebutuhan pegawai dan itu kami umumkan melalui Instagram Disnaker,” katanya.
Berdasarkan data Disnaker, jumlah angkatan kerja di Balikpapan pada 2025 mencapai 362.815 orang.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 6,22 persen menjadi 5,94 persen, atau sekitar 22.351 orang.
Namun masih terdapat kesenjangan antara jumlah pencari kerja dan tenaga kerja yang terserap. Dalam satu tahun tercatat 5.931 pencari kerja, sementara lowongan yang tersedia mencapai 4.762 posisi.
Dari jumlah tersebut, hanya 2.215 orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan, sedangkan 3.716 lainnya belum terserap.
Adamin menjelaskan, salah satu penyebab masih banyaknya lowongan kerja yang tidak terisi adalah karena jenis pekerjaan yang tersedia kurang diminati pencari kerja.
Sebagian besar lowongan berada di bidang pemasaran seperti sales atau marketing, yang sering kali tidak menjadi pilihan utama pelamar.
Selain itu, banyak pencari kerja belum memiliki pengalaman kerja maupun sertifikasi keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Faktor pendidikan juga menjadi kendala bagi sebagian pelamar.
Sebagai contoh, pada sektor tenaga kesehatan, perusahaan umumnya mensyaratkan lulusan minimal D1 hingga D3, sementara sebagian pelamar hanya memiliki latar belakang pendidikan SMK.
Disnaker mencatat terdapat sekitar 6.789 perusahaan di Balikpapan, mulai dari skala mikro, kecil hingga besar. Namun penempatan tenaga kerja lebih difokuskan pada sektor formal.
Dalam satu kali pelaksanaan job fair, jumlah lowongan kerja yang tersedia bahkan bisa mencapai sekitar 1.200 posisi.
Meski demikian, tingkat penyerapan tenaga kerja tetap bergantung pada kesesuaian antara minat, keterampilan, serta kualifikasi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.
“Sebenarnya lowongan kerja cukup banyak, tetapi harus ada kesesuaian antara kebutuhan perusahaan dan kemampuan pencari kerja,” pungkas Adamin.(Adv Diskominfo Balikpapan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *