Uncategorized

Kaltim Dapat Lahan di TMII untuk Wajah Baru Nusantara

59
×

Kaltim Dapat Lahan di TMII untuk Wajah Baru Nusantara

Share this article
Sekda Kaltim Sri Wahyuni menandatangani berita acara pemberian lahan di TMII

JAKARTA,suarabalikpapan.com-Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim (Sekda Kaltim), Sri Wahyuni menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan TMII sebagai wajah baru Nusantara dengan empat pilar utama: green, culture, smart, dan inclusive. Pilar “green” menekankan pada konsep kawasan hijau, dengan rencana 70% ruang terbuka hijau dan 30% bangunan. Provinsi Kaltim diberikan tanah seluas 6.716 m2 selama lima tahun di lokasi TMII, Jakarta Timur.

Sri Wahyuni hadiri acara penandatanganan perjanjian pinjam pakai tanah milik Kementerian Sekretariat Negara di TMI,  pada (8/11/2023). Penandatanganan melibatkan Sri Wahyuni dari Kaltim sebagai pihak kedua dan Setya Utama, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, sebagai pihak pertama.
“Setelah perjanjian kerja sama ini, kita akan mendukung TMII untuk menjadi wajah baru nusantara dengan empat pilar, green, culture, smart dan inclusive,” ungkapnya usai penandatanganan di Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
Di area Kaltim, rencananya akan dibangun contoh Titik Nol Ibu Kota Nusantara serta bangunan khas lainnya seperti lamin adat Dayak, Masjid Shiratal Mustaqim Samarinda Seberang, Rumah Dahor Balikpapan, Museum Tenggarong, dan lainnya. Pemprov Kaltim akan memberikan kesempatan bagi 10 kabupaten dan kota di wilayah tersebut untuk mempromosikan seni budaya, potensi pariwisata, dan kuliner di anjungan Kaltim yang telah diagendakan. Setya Utama mengajak 34 provinsi untuk menjaga barang milik negara dengan baik dan memanfaatkannya secara optimal tanpa mengubah fungsi atau menurunkan nilai objek barang milik negara.
“Kami harapkan semua peduli dan tidak mengubah fungsi dan/atau penurunan nilai objek barang milik negara di sini,” kata Setya Utama.
Pengelola TMII berkomitmen untuk mengembangkan TMII menjadi museum hidup terbesar di dunia dengan inovasi dan edukasi, serta harga tiket yang terjangkau. Direktur PT Bhumi Visatanda, Claudia Ingkiriwang, menyatakan harapannya agar TMII menjadi “the biggest folk museum in the world,” dengan konsep “satu tujuan, banyak pengalaman” yang terus menampilkan keanekaragaman Indonesia. Acara penandatanganan juga dihadiri oleh Kepala BPKAD Kaltim, Fahmi Prima Laksana, sebagai saksi. “TMII akan menjadi the biggest folk museum in the world. Satu tujuan, banyak pengalaman. Dan tidak akan pernah habisnya membahas Indonesia,” pungkasnya.(adv/sb-02/diskominfokaltim)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *