Provinsi Kaltim

Kepala DPK Kaltim Serahkan Buncu Baca Etam ke Pemkab Berau

98
×

Kepala DPK Kaltim Serahkan Buncu Baca Etam ke Pemkab Berau

Share this article
Kepala DPK Kaltim, HM Syafranuddin berfoto bersama usai penyerahan Buncu Baca Etam kepada Pemkab Berau, Selasa (13/6/2023).

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim, HM Syafranuddin menyerahkan Buncu Baca Etam (BBE) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Selasa (13/6/2023). BBE salah satu program unggulan DPK Kaltim yang tengah mulai didistribusikan kepada Kabupaten/kota se-Kaltim. Paket yang tersedia di BBE sebanyak 400 judul buku.

“BBE ini merupakan upaya Pemprov Kaltim untuk meningkatkan minat baca masyarakat serta meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan. Hanya saja dengan BBE, masyarakat tidak ke kantor cukup mengaksesnya di mana BBE ditempatkan,” kata Syafranuddin saat menyerahkan empat unit BBE kepada Asisten Administrasi Umum Setda Berau, Maulidiyah.
Pria yang akrab disapa Ivan ini menambahkan program BBE merupakan program yang menyesuaikan masa kekinian yakni literasi berbasis digital.
“Jadi masyarakat yang berkunjung ke tempat-tempat umum dan terdapat BBE, seraya santai masih bisa membaca tanpa harus ribet membawa bukunya untuk membaca,” ucapnya.
Lebih lanjut, kata dia, semua perpustakaan di Kaltim bisa mempunyai BBE karena praktis dan tidak membutuhkan tempat banyak meski menyimpan ratusan judul buku. 
“Jadi kapan saja masyarakat mau datang dan membaca, terbuka selalu tanpa harus menunggu jam layanan dibuka,” ujarnya.
DPK Kaltim sendiri tahun ini mengalokasikan 43 unit BBE senilai Rp 4,3 Miliar. Alat untuk mencerdaskan anak bangsa ini, lanjut Ivan, akan diletakan di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari Kabupaten Mahakam Hulu serta Ibu Kota Long Hubung.
Selain itu juga di sebuah desa nalayan di Kutai Kartanegara. Pertimbangannya, jika yang dikirim ke wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia ini dalam bentuk fisik buku, biaya sagat besar.
“Keunggulan BBE dioperasikan bisa dengan internet juga bisa tanpa internet. Nah dengan demikian saudara-suadara kita di kawasan yang tak terjangkau internet masih bisa membaca juga,” tutup Ivan.(sb-02/adv/dpk-kaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *