DPRD Kaltim

Ketua DPRD Kaltim Hadiri Sarasehan Nasional Penguatan Pancasila Hadapi Tantangan Geopolitik Global

32
×

Ketua DPRD Kaltim Hadiri Sarasehan Nasional Penguatan Pancasila Hadapi Tantangan Geopolitik Global

Share this article
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud, menghadiri Sarasehan Nasional BPIP dan MPR RI untuk memperkuat ideologi Pancasila dalam menghadapi tantangan geopolitik global menuju Indonesia Raya.

JAKARTA, suarabalikpapan.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menghadiri Sarasehan Nasional bertema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya”, Selasa (20/5/2025). Acara ini digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks MPR RI, Jakarta, oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan MPR RI dan Center for Geopolitics & Geostrategy Studies Indonesia.
Sarasehan tersebut dihadiri oleh 847 peserta dari berbagai kalangan strategis, mulai dari pimpinan lembaga tinggi negara, menteri kabinet, kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta unsur Forkopimda dari seluruh Indonesia.
Turut hadir Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, beserta sejumlah narasumber nasional yang menyampaikan pandangan mendalam mengenai dinamika global dan pentingnya ketahanan ideologi bangsa.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan tatanan geopolitik global merupakan tantangan dan peluang yang harus direspons secara cerdas dan strategis.
“Pancasila harus terus dinyalakan dalam setiap sendi kehidupan berbangsa agar kita mampu menghadapi segala perubahan zaman,” ujarnya.
Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menyampaikan sejumlah catatan penting terkait urgensi kesiapan Indonesia menghadapi gejolak geopolitik global, seperti konflik Rusia-Ukraina dan perang dagang Amerika-China.
Menurutnya, isu-isu strategis seperti pangan, energi, dan air bersih perlu mendapatkan perhatian serius.
“Persoalan geopolitik ini berdampak pada kebutuhan dasar. Makanan akan menjadi komoditas yang rawan kelangkaan. Energi juga akan menjadi rebutan, sementara kita belum mandiri sepenuhnya. Air bersih pun harus diantisipasi sejak dini,” jelasnya.
Terkait posisi Kalimantan Timur sebagai daerah calon Ibu Kota Nusantara (IKN), Hasan menegaskan kesiapan Kaltim menghadapi dinamika nasional maupun global.
“Kaltim sejauh ini masih kondusif. Ketersediaan pangan relatif aman. Distribusi energi memang sempat terganggu karena insiden di Pertamina, tapi kini sudah terkendali. Soal air, Samarinda dan sekitarnya masih ditopang oleh sungai-sungai besar,” katanya.
Dalam menghadapi ketidakpastian global, Hasanuddin juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal daerah.
“Yang paling penting adalah menjaga inflasi tetap terkendali. Kondisi APBD Kaltim masih cukup sehat, dan ini menjadi modal utama untuk tetap tangguh menghadapi tantangan global,” ungkapnya.
Sarasehan ini juga diisi dua sesi diskusi strategis bertajuk Dialog Geopolitik Global dan Dialog Ekonomi Global, yang memberikan insight penting bagi pengambil kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis ideologi Pancasila.(adv).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *