DPRD Kaltim

Kolaborasi Pemerintah Kunci Sukses Penanganan Banjir di Bontang

35
×

Kolaborasi Pemerintah Kunci Sukses Penanganan Banjir di Bontang

Share this article
Anggota DPRD Kaltim Agus Aras

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Agus Aras, menegaskan bahwa penanganan banjir di Kota Bontang membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi. Menurut Agus, penanganan yang parsial tidak akan efektif, sehingga penting untuk merancang solusi menyeluruh agar bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat bisa disalurkan secara tepat sasaran.
Agus menilai, kolaborasi antara pemerintah kota dan provinsi adalah kunci utama dalam mengatasi permasalahan banjir, terutama untuk wilayah yang menjadi kewenangan provinsi. Sebagai wakil rakyat dari Dapil VI, yang mencakup Kota Bontang, Agus menyatakan kesiapan dirinya untuk bekerja sama dengan pemerintah kota dalam menemukan solusi terbaik.
“Sebagai anggota Dewan Kaltim, saya siap berkolaborasi dengan pemerintah kota untuk mengatasi banjir. Dengan pendekatan bersama, kita bisa merancang solusi yang lebih efektif dan efisien,” ujar Agus, di sela-sela kegiatan di Samarinda.
Rencana Pembuatan Sodetan Sungai di Kutai Timur
Sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir di Bontang, Agus menyarankan pembuatan sodetan sungai di Kutai Timur yang akan bermuara ke Sungai Bontang. Menurut Agus, proyek ini bisa menjadi salah satu solusi potensial untuk mengatasi banjir. Namun, ia menekankan perlunya perencanaan matang agar proyek ini bisa dijalankan dengan optimal.
“Sodetan sungai ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi volume air yang mengarah ke Bontang. Namun, tentu saja, perencanaan yang matang dan kajian mendalam sangat diperlukan agar implementasinya berjalan lancar,” tambahnya.
Alokasi Bankeu Kaltim untuk Penanganan Banjir Bontang
Untuk mendukung upaya penanganan banjir, APBD Kaltim telah mengalokasikan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) sebesar Rp 226 miliar untuk Kota Bontang pada tahun 2025. Dana ini akan difokuskan pada program penanganan banjir di berbagai titik rawan banjir yang ada di kota tersebut.
“Mayoritas dana Bankeu untuk Bontang akan difokuskan pada penanganan banjir. Kami berharap dengan alokasi ini, implementasi program penanggulangan banjir bisa lebih maksimal dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” jelas Agus.
Agus juga mengungkapkan bahwa pembangunan Bendungan Pengendali (Bendali) di Desa Suka Rahmat menjadi salah satu solusi untuk menangani banjir kiriman dari hulu sungai. Meskipun perencanaan proyek telah rampung, Agus mengakui ada beberapa kendala teknis di lapangan yang menyebabkan proyek ini mengalami penundaan.
“Masalah utama adalah lokasi proyek Bendali yang masuk dalam kawasan hutan lindung, sehingga perlu mendapat izin dari kementerian terkait. Kami berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan agar proyek bisa dilanjutkan,” pungkas Agus.
Dengan berbagai upaya tersebut, Agus Aras berharap bahwa Kota Bontang akan bisa mengatasi masalah banjir dengan lebih baik, memberikan manfaat langsung bagi warga, serta meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.(adv/sb-01/dprdkaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *