
TANA PASER,suarabalikpapan.com-Pemerintah Kabupaten Paser telah menetapkan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2023 dengan tema pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Terdapat 4 prioritas pembangunan pada RKPD Paser 2023, meliputi peningkatan perekonomian mandiri berbasis pertanian, peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemerintahan partisipatif, penguatan layanan infrastruktur dan kualitas pengelolaan lingkungan hidup, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial.
Menurut Ketua Komisi III DPRD Paser, Edwin Santoso, arah kebijakan yang dirumuskan dalam RKPD 2023 tentunya akan menjadi pedoman dalam strategi dan implementasi pembangunan di Paser. “Dari empat prioritas pembangunan RKPD 2023 kami memfokuskan pada masalah pembangunan yang bersentuhan dengan lingkungan hidup,” kata Edwin Santoso, kepada media ini, Selasa(8/3/2022).
Ia meminta Pemkab Paser agar serius mengatasi permasalahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Paser. Sedangkan untuk peningkatan kualitas pembangunan maka pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Paser di fokuskan pada sektor pertanian. “Terutama jalan usaha tani untuk pertanian bukan perkebunan,” katanya.
Dengan keuangan daerah yang terbatas saat ini, kata Edwin, maka semakin mendesak untuk berpikir efektif serta efisien dalam penggunaan APBD Paser. “Mari kita tinggalkan cara-cara lama yang tidak mencerminkan arah dan target capaian yang tidak terukur sehingga terjadi pemborosan anggaran,” akunya.
Terkait minat kaum milenial di sektor pertanian sangat minim. Ia meyakini beberapa tahun ke depan persoalan tersebut bakal teratasi. “Saya rasa untuk beberapa tahun ke depan peningkatan petani milenial sangat baik, karena sudah beberapa kali juga saya mengikuti panen raya ada anak muda yang ikut,” ujarnya.
Menurutnya peran milenial sangat dibutuhkan apalagi produk dari Paser ingin bersaing. Ia mengklaim hasil pertanian dari Bumi Daya Taka sudah bagus, namun tetap diperlukan kemasan yang menarik sehingga membutuhkan alat produksi dan pemasaran yang baik.
Selain itu, ia berharap Pemkab Paser juga fokus pada pembinaan SDM penyuluh pertanian lapangan (PPL), kesejahteraa setya fasiltas lainnya. “Dari PPL bisa menghasilkan produk-produk pertanian terbaik yang bisa dikonsumsi masyarakat Paser dan luar Paser,” pungkasnya.(sb-06)












