KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Kukar Dukung Program Oplah dan Brigade Pangan, Targetkan Tiga Kali Tanam Setahun

24
×

Kukar Dukung Program Oplah dan Brigade Pangan, Targetkan Tiga Kali Tanam Setahun

Share this article
Kepala Distanak Kukar Muhammad Taufik

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di sektor pertanian. Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), Kukar mengimplementasikan dua program unggulan yakni Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Brigade Pangan guna mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) serta produksi pangan daerah.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa Brigade Pangan merupakan inisiatif baru dari Kementerian Pertanian yang mulai dijalankan pada tahun 2025. Program ini tidak hanya memfasilitasi petani dengan alat dan mesin pertanian, tetapi juga menyediakan kebutuhan pendukung seperti kapur pertanian, insektisida, dan herbisida.
“Brigade Pangan adalah kelembagaan baru yang mengintegrasikan sumber daya pertanian secara korporatif. Tujuannya agar pengolahan lahan dan proses tanam bisa lebih cepat, efisien, dan terukur,” ujar Taufik, Sabtu (12/4/2025).
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, Kukar menargetkan peningkatan indeks pertanaman dari rata-rata 1,6 kali menjadi 2 hingga 3 kali tanam per tahun. Langkah ini diyakini dapat mendorong peningkatan produksi beras secara signifikan, yang pada akhirnya memperbesar angka surplus beras Kukar yang saat ini berada di kisaran 43 persen.
“Kami menargetkan peningkatan produktivitas pertanian secara menyeluruh. Dengan IP meningkat, maka ketahanan pangan daerah juga akan semakin kuat,” tambah Taufik.
Hingga pertengahan April 2025, Distanak Kukar mencatat telah terbentuk 12 Brigade Pangan yang tersebar di berbagai lokasi pelaksanaan program Oplah. Ke depan, pemerintah daerah akan terus mengidentifikasi wilayah potensial lainnya di luar lokasi yang telah ada untuk memperluas jangkauan program.
Selain meningkatkan produksi, program Brigade Pangan juga membuka peluang besar dalam aspek pendanaan dan regenerasi petani. Pendekatan korporasi dalam brigade memungkinkan akses permodalan dari berbagai sumber, termasuk dari sektor perbankan.
Muhammad Taufik menyambut positif pernyataan Menteri Pertanian yang menyebutkan bahwa petani muda bisa memiliki penghasilan hingga Rp10 juta per bulan. Ia menegaskan, angka tersebut bukan gaji tetap, tetapi potensi penghasilan yang bisa diraih melalui sistem korporasi Brigade Pangan.
“Satu Brigade Pangan bisa mengelola hingga 150 hektare sawah dan melibatkan lintas kelompok tani. Ini membuka peluang besar bagi petani muda untuk berdaya secara ekonomi,” katanya.
Pertanian Kukar Menuju Mandiri dan Berkelanjutan
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan aktif dari petani lokal, program Oplah dan Brigade Pangan diharapkan menjadi fondasi kuat menuju pertanian modern, mandiri, dan berkelanjutan di Kutai Kartanegara.(adv).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *