KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Lahan Tidur Disulap Jadi Lumbung Pangan, Bupati Kukar Panen Jagung dan Ikan di Maluhu

38
×

Lahan Tidur Disulap Jadi Lumbung Pangan, Bupati Kukar Panen Jagung dan Ikan di Maluhu

Share this article
Kelurahan Maluhu di Tenggarong, Kutai Kartanegara, berhasil ubah lahan tidur menjadi sentra pangan produktif. Bupati Kukar Edi Damansyah panen jagung manis dan ikan air tawar bersama petani lokal.

TENGGARONG,suarabalikpapan.com — Upaya mengoptimalkan lahan tidur kembali membuahkan hasil menggembirakan di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Kawasan perbukitan yang sebelumnya terbengkalai kini berubah menjadi ladang subur yang menghasilkan jagung manis dan ikan air tawar berkualitas.
Bupati Kukar Edi Damansyah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten, TNI-Polri, dan Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro, turun langsung ke lokasi pertanian di Jalan Barong Tongkok, Gang Kenanga RT 19, untuk melakukan panen raya pada Rabu (23/4/2025). Kegiatan panen ini dilakukan bersama Kelompok Tani Tri Rukun yang menjadi ujung tombak perubahan kawasan tersebut.
“Ini bukan sekadar panen, tapi simbol kebangkitan pertanian di Kukar. Jagung manis yang kita panen hari ini adalah bukti nyata bahwa petani kita mampu membaca kebutuhan pasar dan bekerja keras untuk memenuhinya,” ujar Bupati Edi.
Tak hanya jagung, kelompok tani juga memanen ikan lele sangkuriang dan patin dari kolam budidaya yang mereka kelola secara mandiri. Dari segi kuantitas dan kualitas, hasil panen dinilai sangat memuaskan.
Pemerintah daerah terus mendorong optimalisasi lahan melalui program sinergi lintas sektor. Sejumlah dukungan diberikan, seperti pembangunan embung, bantuan alat pertanian, pupuk, serta pendampingan dari penyuluh lapangan dan aparat keamanan. Ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Kukar dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Panen kali ini diharapkan menjadi pemicu semangat para petani lokal untuk terus menanam dan tidak membiarkan lahan kembali terbengkalai. Apalagi, Maluhu memiliki potensi besar dalam sektor hortikultura, persawahan, hingga perkebunan kelapa sawit.
“Kalau setiap jengkal tanah bisa dimanfaatkan secara optimal, maka ketahanan pangan bukan lagi sekadar slogan, tapi bisa menjadi kenyataan,” lanjut Edi.
Lurah Maluhu, Tri Joko, menambahkan bahwa lahan tersebut baru digarap secara serius dalam satu tahun terakhir. Musim tanam pertama sempat gagal karena keterbatasan air dan gangguan satwa liar, terutama monyet. Namun pada musim tanam kedua ini, hasil panen justru melampaui ekspektasi.
“Kunci keberhasilan kami adalah kolam cadangan air yang dibangun untuk membantu irigasi, terutama saat musim kemarau. Masalah gangguan satwa juga kami atasi dengan strategi yang tepat,” jelasnya.
Transformasi lahan tidur di Maluhu menjadi sentra pangan ini menjadi contoh sukses bagi wilayah lain di Kukar dalam upaya memperkuat ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *