DPRD Kaltim

Minim Tenaga Medis di Wilayah Terpencil, DPRD Kaltim Desak Pemerataan Layanan Kesehatan

32
×

Minim Tenaga Medis di Wilayah Terpencil, DPRD Kaltim Desak Pemerataan Layanan Kesehatan

Share this article
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Agus Aras

SAMARINDA,suarabalikpapan.com – Ketimpangan distribusi tenaga medis di wilayah terpencil Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat sorotan tajam dari Komisi IV DPRD Kaltim. Anggota Komisi IV, Agus Aras, menyebutkan bahwa kondisi ini menjadi ancaman serius bagi ketahanan sektor kesehatan daerah.
Menurut Agus, hingga saat ini akses terhadap pelayanan medis masih belum merata. Banyak fasilitas kesehatan di pedalaman masih kesulitan mendapatkan tenaga medis, terutama dokter dan dokter spesialis.
“Kami sangat mendorong agar seluruh puskesmas memiliki tenaga dokter agar pelayanan kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil,” ujar Agus dalam keterangannya.
Politikus dari daerah pemilihan Kutai Timur ini mengungkapkan bahwa dua rumah sakit di kabupaten tersebut kini mengalami kekurangan tenaga medis secara signifikan. Selain itu, banyak fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman, seperti di Muara Bengkal, belum memenuhi standar pelayanan yang layak.
“Ketimpangan ini memperlebar jurang layanan antara kota dan desa. Di perkotaan, masyarakat mudah mengakses pelayanan berkualitas. Tapi di pelosok, warga harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan layanan dasar,” katanya.
Agus menyampaikan perlunya strategi komprehensif untuk mengatasi krisis tenaga medis di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Ia mengusulkan: Penambahan kuota tenaga medis melalui kerja sama dengan pemerintah pusat, pengembangan pendidikan kedokteran berbasis daerah serta
pemberian insentif khusus bagi tenaga kesehatan yang bersedia bekerja di wilayah terpencil.
“Kami membutuhkan terobosan nyata agar rasio antara jumlah penduduk dan tenaga kesehatan bisa seimbang di seluruh Kaltim,” tegasnya.
Agus menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Kaltim menempatkan isu ini sebagai prioritas utama. Pemerataan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, membutuhkan komitmen politik yang kuat serta kebijakan anggaran yang konsisten.
“Masyarakat di daerah terpencil tidak boleh terus-menerus berjuang sendirian untuk mendapatkan hak dasar mereka atas kesehatan,” pungkasnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *