Kota Balikpapan

Musrenbang, Pemkot Balikpapan Bahas Kebutuhan Air Bersih

96
×

Musrenbang, Pemkot Balikpapan Bahas Kebutuhan Air Bersih

Share this article
Peserta antusias mengikuti Musrenbang Tingkat Kota Balikpapan, di Hotel Novotel, pada Kamis (7/3/2024)

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com–Persoalan air bersih menjadi pembahasan serius pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kota Balikpapan di Hotel Novotel, pada Kamis (7/3/2024). Untuk mengatasi persoalan air bersih ini Pemkot Balikpapan telah menggelar berbagai forum diskusi untuk mendapatkan saran, masukkan hingga tanggapan dari berbagai stakeholder.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, untuk dokumen yang akan disusun dalam musrenbang supaya lebih komprehensif dan implementatif untuk pembangunan Kota Balikpapan ke depan.

“Permasalahan air bersih kami memiliki program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” kata Rahmad Mas’ud di sela-sela musrenbang.

Menurutnya, Pemkot Balikpapan tidak akan tinggal diam karena telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi kebutuhan air bersih yang tidak berbanding lurus dengan pertambahan jumlah penduduk.

“Bagi yang lahir di kota ini pasti tahu bahwa Balikpapan kekurangan air. Tapi kurang itu bukan berarti tidak ada langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah,” ujarnya.

Dirinya mengetahui persis keberadaan Waduk Manggar dengan sistem tadah hujan telah beberapa kali dilakukan perbaikan atau rehabilitasi untuk pemenuhan air baku. Tapi ketersediaan menjadi kurang karena jumlah penduduk yang semakin meningkat.

“Kemudian dibangun lagi Waduk Teritip dan sekarang sudah berfungsi, tetapi juga tidak memenuhi kebutuhan karena semakin banyaknya penghuni, orang yang datang dan tinggal di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Pemkot, kata Rahmad, berupaya melakukan perencanaan jangka panjang dengan menggandeng Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar). Bahkan telah dilakukan penandantanganan MoU atau Nota Kesepakatan bersama tiga daerah.

“Untuk mengambil air baku dari Sungai Mahakam. Nanti akan disalurkan melalui pipa,”terangnya.

Tetapi perencanaan jangka panjang tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar. Kendati untuk menyediakan air baku yang merupakan kebutuhan mendasar.

“Pemkot tidak akan pernah berdiam diri, dan saya paham sekali bagaimana kepala daerah periode-periode sebelumnya selalu memikirkan kota kita,” tuturnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan Balikpapan sebagai kota aman dan nyaman dihuni adalah tujuan utama meski kedepannya mungkin dianggap tidak sempurna.

“Untuk sampai pada tahap kesempurnaan, saya yakin itu tidak akan mungkin terjadi karena sepanjang kita hidup di dunia, tidak ada yang sempurna. Tapi kami di pemerintahan, akan berupaya terus,”tutupnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *