
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Komisi II DPRD Balikpapan menggelar rapat dengan pendapat (RDP) dengan Badan Pengelolan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Balikpapan, di Gedung Parlemen, pada Selasa (11/10/2022). RDP yang membahas serapan anggaran dan program kerja pada APBD Perubahan 2022 ini dipimpin Wakil Ketua Komisi II Nelly Turuallo SE.
Politisi partai Golkar ini mengatakan, untuk sementara, hingga akhir September pendapat dari sektor pajak sudah mencapai Rp473 miliar lebih. Sementara untuk pendapatan dari retribusi sebesar Rp28 miliar lebih. “Kami berharap pajak dan retribusi ini aka terus meningkat hingga akhir Desember,”kata Nelly panggilan akrab Nelly Turuallo kepada media ini, pada Rabu (12/10/2022).
Dirinya masih optimis untuk target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp785,51 miliar pada APBD Perubahan 2022 bisa tercapai. “Karena ada beberapa pajak maupun retribusi yang masih dalam on proses. Ada beberapa pajak yang berpotensi meningkatkan PAD 2022. Seperti pajak penerangan jalan umum (PJU), pajak reklame, pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran dan pajak bumi dan bangunan (PBB). Selain itu pajak parkir dan minerba terus digenjot,” ujar anggota DPRD Dapil Balikpapan Tengah ini.
Terkait PBB, kata Nelly, setelah dialihkan Pemkot Balikpapan ternyata masih ada wajib pajak (WP) yang belum tertagih sebesar Rp309 miliar sehingga belum disetor ke kas daerah. “Dari angka Rp309 miliar setelah dilakukan verifikasi data yang valid oleh OPD terkait, terdapat angka Rp52 miliar. Sampai saat ini sudah terealisasi sebesar Rp18 miliar,” aku Nelly.
Untuk itu, pihaknya mendorong OPD terkait agar meningkatkan PAD. “Rencananya kami dari Komisi II akan melakukan sidak ke beberapa aktivitas usaha yang berpotensi meningkatkan PAD,”pungkas wanita murah senyum ini.(sb-03).












