BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, aktivitas ekonomi masyarakat di Balikpapan mulai menunjukkan peningkatan. Salah satu agenda tahunan yang paling dinantikan warga adalah Pasar Ramadan, yang tidak hanya menjadi pusat kuliner berbuka puasa, tetapi juga ruang kreativitas dan interaksi sosial masyarakat.
Pasar Ramadan selama ini rutin digelar di berbagai kelurahan dan melibatkan partisipasi aktif warga setempat.
Penyelenggaraan Pasar Ramadan umumnya diinisiasi oleh organisasi kemasyarakatan seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Karang Taruna. Selain menghadirkan aneka takjil dan hidangan berbuka puasa, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan selama Ramadan.
Banyak pedagang kecil menggantungkan peluang usaha musiman ini sebagai sumber tambahan penghasilan yang signifikan.
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Subari, menegaskan bahwa penyelenggaraan Pasar Ramadan pada prinsipnya diperbolehkan selama tidak mengganggu ketertiban umum.
“Silakan saja Pasar Ramadan selama itu tidak mengganggu ketertiban umum lainnya. Tetap jaga kebersihan dan bayar retribusi untuk Kota Balikpapan. Saya kira itu semangatnya,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, kesepakatan lokasi dan pengaturan teknis di lapangan menjadi faktor krusial. Area yang digunakan harus dipastikan tidak merusak keindahan kota, tidak menghambat arus lalu lintas, serta tetap menjaga kenyamanan masyarakat sekitar.
Subari menekankan, setiap titik Pasar Ramadan wajib mempertimbangkan potensi kemacetan dan dampaknya terhadap aktivitas warga. Dengan manajemen yang baik, kegiatan ini dapat menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pelaku UMKM.
“Tempat-tempat yang sudah disepakati boleh digunakan, selama tidak mengganggu keindahan kota, ketertiban, maupun arus lalu lintas,” tambahnya.
Karena itu, DPRD bersama pemerintah daerah terus mendorong agar Pasar Ramadan dikelola secara profesional dan terorganisir. Kepatuhan terhadap pembayaran retribusi, pengelolaan sampah, serta penataan lokasi yang tertib menjadi kunci utama keberhasilan.
Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga, Pasar Ramadan Balikpapan 2026 diharapkan tidak hanya berlangsung semarak, tetapi juga tetap aman, tertib, dan khidmat sepanjang bulan suci.
Lebih dari sekadar pasar musiman, Pasar Ramadan menjadi simbol kebersamaan sekaligus motor penggerak ekonomi lokal yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Balikpapan.(sb-02)
Pasar Ramadan Balikpapan 2026 Jadi Ruang Kreatif dan Penggerak Ekonomi Warga












