
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Nurhadi Saputra menilai sampai saat ini Wilayah Balikpapan Timur (Baltim) terkesan masih “dianak tirikan” oleh Pemkot Balikpapan dalam hal kegiatan pembangunan. Padahal, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan, pemerintah kota telah menetapkan Baltim sebagai daerah pengembangan baru untuk permukiman penduduk. Salah satu bukti wilayah Baltim dianak tirikan kata Nurhadi, yakni minimnya porsi anggaran infrastruktur untuk Baltim seperti pembangunan dan perbaikan drainase untuk mencegah terjadi banjir.
“Bayangkan saja pembangunan drainase di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal aja harus dianggarkan multi years. Sedangkan Baltim pembangunan drainase hanya di pinggir Jalan Mulawarman saja,” ujar anggota DPRD Dapil Balikpapan Timur ini kepada media ini, pada Kamis(23/9/2021).
Menurutnya selalu saja jawaban pemerintah bahwa banjir di kawasan Jalan Mulawarman merupakan wewenang Pemprov Kaltim. Padahal yang jadi korban adalah warga Balikpapan.
“Apalagi dari Bandara SAMS Sepinggan sampai ke Jalan Tol Manggar akan menjadi jalan nasional sehingga anggaranya semakin susah artinya wewenang pemerintah provinsi saja tidak jelas apalagi pemerintah pusat,” sindirnya.
Ia berharap kedepan Pemkot Balikpapan dapat memperhatikan wilayah Baltim yang semakin padat jumlah penduduk sehingga perlu penambahan fasilitas pelayanan untuk masyarakat baik di bidang pendidikan, kesehatan, telekomunikasi, penerangan umum, air bersih, jalan lingkungan, dan lainya.
“Warga Baltim sangat berharap kepada Wali Kota Balikpapan saat ini untuk melakukan terobosan dan perubahan yang berpihak kepada masyarakat terutama persoalan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat seperti air, listrik, kesehatan, pendidikan, sembako hingga penanganan banjir,” ujar politisi PPP ini.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Rahmad Mas’ud mengaku, tidak menganaktirikan masyarakat di satu wilayah Balikpapan termasuk Baltim sebab semua wilayah mendapat perhatian dari pemerintah kota, terutama persoalan banjir yang sedang melanda beberapa titik di Balikpapan. Sebab menurutnya pembangunan kota itu dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kekuatan anggaran daerah.
“Siapa bilang wilayah Baltim tidak diperhatikan terutama masalah pembangunan dan penanganan banjir. Nanti kita tinjau ulang kegiatan pembangunan di Baltim yang menyebabkan banjir,” kata Wali Kota usai melepas puluhan atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) yang akan bertanding di PON XX Papua, di Kantor Balaikota, Kamis (23/9).
Menurutnya, pemerintah kota Balikpapan terus berupaya menuntaskan masalah banjir di Kota Balikpapan. “Yang jelas kita akan tangani masalah kota secara bertahap. Untuk tahun 2022 kita tangani terlebih dahulu DAS Ampal dan sekitarnya. Kemudian di tahun berikutnya daerah lain. Yang jelas tetap kita perhatikan masalah penanganan banjir di daerah lain, termasuk di wilayah Baltim,” ujar suami dari Hj Nurlena ini.(sb-02)
Geografi dan Demokrafi Balikpapan Timur :
- Luas : 92,42 km2
- Jumlah Penduduk : ± 90.258 jiwa
- Kelurahan : Manggar, Manggar Baru, Lamaru, Teritip
- Potensi Wilayah : (Pantai Manggar Segarasari, Pantai Lamaru, Penangkaran Buaya Teritip, Pertanian, Peternakan Unggas di Teritip, Perkebunan Salak Gunung Binjai, Hutan Mangrove Teritip, Perikanan dan Minapolitan)
- Fasilitas Unggulan : (Tempat Pelelangan Ikan Manggar dan Manggar Baru, Waduk Teritip, Stadion Batakan, Jalan Tol Manggar, Embarkasi Haji Batakan, Pengembangan Perumahan Jokowi di Lamaru)












