
TANA PASER,suarabalikpapan.com-Pembangunan fisik lapak penampungan di Pasar Induk Penyembolum Senaken telah mencapai 50 persen. Pembangunan yang menyerap anggaran Rp8,3 miliar tersebut ditargetkan rampung 30 Desember 2022.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperas (Disperindagkop) Kabupaten Paser Haerul Saleh mengatakan, rencananya akan dibangun 300 lapak secara bertahap. Untuk tahap awal dibangun 96 lapak pasar kering dan 8 lapak kuliner. “Jadi tidak langsung semuanya dikerjakan karena anggarannya Rp8,3 miliar lebih saja yang dikucurkan untuk pembangunan lapak tersebut yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Paser,” kata Haerul Saleh, kepada media ini, pada Selasa (11/10/2022).
Haerul Saleh melanjutkan, anggaran tersebut tak hanya untuk pembangunan lapak saja namun ada pula untuk pembangunan pintu gerbang masuk pasar, pembuatan taman, perbaikan drainase serta toilet umum. “Kami berharap pada bulan Desember pengerjaan lapak tersebut dapat selesai,” harapnya.
Usai lapak tersebut selesai dikerjakan kata Haerul Saleh, Disperindagkop akan mendahulukan para pedagang yang lapaknya mengalami pembongkaran dan benar benar pedangang yang berujualan dilapak tersebut sebelumnya. “Jadi kami peruntukan memang bagi pedagang yang benar-benar berjualan. Jangan sampai ada orang yang dapat tapi tidak digunakan untuk berjualan malah disewakan,” tegasnya.
Haerul Saleh mengatakan, bagi para pedagang sayur yang juga turut dipindahkan kelapak sementara, diharapkan untuk dapat bersabar pasalnya pembangunan lapak khusus pedagang sayur akan dilakukan pada tahun 2023, dan telah masuk dalam perencanaan pembangunan di APBD 2023. “Untuk lapak sayur 2023 baru bisa dilakukan pembangunan dan Bapak Bupati sendiri yang meminta untuk pembangunan lapak sayur,” ujarnya.
Jadi semua para pedagang yang saat ini berdagang di Pasar Senaken kata Haerul Saleh, akan diakomodir semua oleh Pemkab Paser dan tentunya telah terdata oleh Disperindagkop. “Yang terdata di Disperindagkop akan terakomodir semuanya jadi para pedangan yang saat ini menempati lapak sementara harap bersabar,” ucapnya.
Saat disinggung terkait adanya dugaan lapak yang digunakan untuk prostitusi, Haerul Saleh memastikan tidak ada lagi kegiatan seperti itu di area tersebut. “Makanya kami bongkar semua agar tidak ada lagi aktifitas perdagangan yang seperti itu lagi. Ini lapak benar-benar untuk berdagang yang bener bukan yang seperti itu,” tegasnya
Haerul Saleh menambahkan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan meninjau kelapangan untuk melihat sudah sampai dimana proges pengerjaan lapak tersebut. “Dalam waktu dekat kami akan melihat perkembangan di lapangan sudah sampai dimana saja pembangunannya,”akunya.(sb-06)












