BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com — Harapan warga Balikpapan Timur untuk memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sendiri kembali menghadapi hambatan. Pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat berdampak pada sejumlah proyek strategis daerah, termasuk pembangunan RSUD Balikpapan Timur (Baltim).
Meski demikian, DPRD Kota Balikpapan memastikan proyek yang sudah lama dinantikan masyarakat itu tidak akan dihapus dari agenda pembangunan daerah.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Subari, menegaskan pihaknya tetap mendorong agar pembangunan RSUD Baltim tidak hanya sebatas janji politik. Menurutnya, rumah sakit di kawasan timur kota adalah kebutuhan mendasar masyarakat, bukan sekadar proyek infrastruktur.
“Rumah sakit ini sudah diperjuangkan sejak lama. Ini menyangkut layanan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk berobat,” ujar Subari, Jumat (17/10/2025).
Ia mengakui, kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat memaksa daerah melakukan penyesuaian fiskal. Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan total pembangunan RSUD Baltim.
“Setidaknya ada progres awal agar tidak hilang dari agenda pembangunan. Kami ingin pembangunan ini tetap dimulai, meski dilakukan secara bertahap,” tegasnya.
Subari menjelaskan, salah satu solusi yang tengah dibahas bersama Pemerintah Kota Balikpapan adalah penerapan skema multiyears. Melalui sistem ini, proyek RSUD Baltim dapat tetap berjalan meskipun tidak rampung dalam satu tahun anggaran.
“Kalau pakai multiyears, pekerjaan bisa diteruskan ke tahun berikutnya tanpa perlu mulai dari nol lagi. Ini penting agar proses tidak terputus,” jelasnya.
Diketahui, pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat mencapai Rp1,3 triliun, dan berdampak pada berbagai program pembangunan daerah. Meski demikian, DPRD menilai proyek RSUD Baltim harus tetap menjadi prioritas utama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami di DPRD akan terus mengawal. Mungkin tidak bisa 100 persen langsung, tapi setidaknya ada langkah awal yang bisa dirasakan warga,” kata Subari.
Lebih dari sekadar bangunan, Subari menilai RSUD Balikpapan Timur merupakan bentuk pemerataan layanan publik dan keadilan sosial bagi warga di wilayah timur.
“Ini bukan soal gedung semata. Ini tentang memberikan keadilan dan hak layanan kesehatan bagi warga yang sudah lama menanti,” pungkasnya.(sb-02)
Pembangunan RSUD Baltim Tertahan, DPRD Desak Pemkot Lanjutkan Secara Bertahap












