KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Pemkab Kukar Fokus Perluas Akses Listrik Desa, Target 2026 Seluruh RT Terlayani

632
×

Pemkab Kukar Fokus Perluas Akses Listrik Desa, Target 2026 Seluruh RT Terlayani

Share this article
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto

TENGGARONG,suarabalikpapan.com — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menaruh perhatian besar pada upaya pemenuhan layanan dasar di desa, khususnya listrik, air bersih, dan infrastruktur penunjang kesejahteraan warga. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, Selasa (2/9/2025).
Arianto menjelaskan, dari 193 desa yang ada di Kukar, mayoritas sudah mendapatkan layanan infrastruktur dasar. Meski demikian, masih terdapat beberapa desa yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
“Salah satunya Desa Menamang Kiri di Kecamatan Tenggarong Seberang yang membutuhkan tambahan kapasitas listrik agar bisa menjangkau seluruh RT, termasuk RT 5 dan RT 6 yang sampai saat ini belum teraliri listrik,” terangnya.
Menurut Arianto, rencana peningkatan kapasitas listrik untuk Menamang Kiri sudah masuk dalam perencanaan 2026. Dengan begitu, seluruh masyarakat di desa tersebut dapat merasakan akses listrik setara dengan desa-desa lain.
Selain itu, ia mencontohkan Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis yang sukses mengelola listrik tenaga surya komunal sejak 2014. Program tersebut tidak hanya menjadi solusi penerangan, tetapi juga menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) karena sistemnya dikelola secara swadaya bersama masyarakat.
“Inilah contoh baik bagaimana layanan dasar bisa mendorong kemandirian desa,” ujarnya.
Namun, kondisi berbeda masih terjadi di Kecamatan Muara Kaman. Arianto menyebut ada dua desa, yakni Lamin Pulut dan Lamin Telihan, yang hingga kini belum terjangkau listrik PLN maupun pembangkit komunal. Warga setempat hanya mengandalkan genset desa yang dinyalakan enam jam per hari.
“Ini jelas belum ideal, karena listrik seharusnya tersedia sepanjang waktu,” tegasnya.
Ia menambahkan, secara teknis kedua desa tersebut memungkinkan untuk mendapatkan aliran listrik PLN. Bahkan pihak PLN sudah menyatakan kesediaan membangun jaringan. Hanya saja, program tersebut tertunda akibat refocusing anggaran pada 2024 dan rasionalisasi di tahun 2025.
“Harapan kita, mulai 2026 hingga tahun-tahun berikutnya, PLN sudah bisa menyiapkan anggaran sehingga jaringan listrik di Lamin Pulut dan Lamin Telihan dapat segera direalisasikan. Prinsipnya, tidak boleh ada desa di Kukar yang tertinggal dari sisi layanan dasar,” tutur Arianto.
Lebih lanjut, ia menegaskan Pemkab Kukar berkomitmen melanjutkan program pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat desa secara bertahap. Dengan dukungan DPRD dan sinergi lintas sektor, Arianto optimistis akses listrik dan infrastruktur lainnya akan merata di seluruh desa di Kukar. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *