KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Pemkab Kukar Maksimalkan Penggunaan Data Spasial untuk Cegah Stunting

89
×

Pemkab Kukar Maksimalkan Penggunaan Data Spasial untuk Cegah Stunting

Share this article
Pemkab Kukar mengandalkan data spasial untuk menanggulangi stunting, dengan fokus pada pencegahan stunting baru dan program kolaboratif.

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menerima data terbaru dari Kementerian BKKBN terkait risiko stunting di wilayahnya. Data tersebut menjadi acuan utama bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam merancang intervensi yang lebih tepat untuk mengurangi angka stunting di daerah tersebut.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menekankan pentingnya pemanfaatan data berbasis spasial, yang memungkinkan penanganan masalah stunting lebih akurat dan sesuai dengan kondisi lapangan. “Kami berharap data ini bisa segera dianalisis dengan pendekatan spasial, sehingga kita bisa mengetahui secara pasti titik-titik yang berisiko tinggi terhadap stunting. Dengan cara ini, intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran, bukan hanya berdasarkan data angka semata,” ungkap Sunggono, Kamis (13/3/2025).
Sunggono juga mengungkapkan bahwa Pemkab Kukar kini lebih fokus pada pencegahan stunting baru, atau yang sering dikenal dengan istilah zero stunting. “Kebijakan Pak Bupati lebih menekankan pada pencegahan, sehingga tidak ada lagi kasus stunting baru yang muncul. Fokus kami adalah agar anak-anak di Kukar bisa tumbuh sehat dan bebas dari stunting,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari upaya menurunkan angka stunting, Pemkab Kukar telah meluncurkan berbagai program yang melibatkan kolaborasi antara pihak pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat. Salah satu program yang telah dilaksanakan sejak 2024 adalah pendampingan dan pengobatan bagi anak yang mengalami stunting, yang melibatkan dokter anak bekerja sama dengan rumah sakit di tiap kecamatan.
Selain itu, Pemkab Kukar juga menginisiasi program “Orang Tua Asuh” bagi anak-anak yang mengalami stunting. Program ini melibatkan pejabat, kepala desa, serta tokoh masyarakat yang peduli terhadap masalah stunting. Hasilnya, kontribusi dari para pemangku kepentingan ini terbukti memberikan dampak positif terhadap penurunan angka stunting di wilayah Kukar.
Sunggono juga mengungkapkan bahwa Pemkab Kukar sedang menunggu petunjuk lebih lanjut terkait pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Tim ini diharapkan dapat bekerja dengan lebih terarah dalam melaksanakan tugas untuk menurunkan angka stunting di wilayah Kukar. “Kami segera akan menggelar rapat koordinasi untuk memastikan tim ini bisa berjalan efektif dan efisien dalam tugasnya,” jelas Sunggono.
Dengan strategi yang lebih terencana dan berbasis data yang akurat, Pemkab Kukar optimis angka stunting di daerah ini dapat turun signifikan pada tahun 2025. “Kami berharap melalui pendekatan yang lebih cermat dan data-driven, angka stunting di Kukar dapat ditekan dengan efektif,” tutup Sunggono.(adv/vie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *